Emas Terjun Bebas! Analis Prediksi Penurunan Harga Berlanjut

LONDON, Shoesmart.co.id – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam, lebih dari 4%, pada hari Kamis (19 Maret 2026). Penurunan ini menandai sesi ketujuh berturut-turut dalam tren negatif, dipicu oleh konflik yang berkecamuk di Timur Tengah. Kondisi ini tidak hanya mendongkrak harga energi, tetapi juga memicu kekhawatiran akan inflasi yang berkelanjutan. Akibatnya, ekspektasi pasar terhadap bank sentral utama dunia untuk mempertahankan suku bunga tinggi semakin menguat.

Pada hari Kamis (19 Maret 2026), harga emas spot merosot 4,3% menjadi US$ 4.612,21 per ons pada pukul 13.31 ET (1731 GMT), mencapai titik terendah sejak awal Februari. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April juga mengalami penurunan signifikan, ditutup 5,9% lebih rendah pada US$ 4.605,70.

Menurut Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities seperti dilansir Reuters, posisi emas saat ini didominasi oleh investor institusional yang didukung oleh perdagangan penurunan nilai selama setahun terakhir. Namun, fondasi perdagangan tersebut kini semakin melemah. “Untuk jangka pendek, kami terus melihat risiko penurunan. Ada ruang yang sangat besar bagi emas untuk turun sambil mempertahankan dukungan tren era pasar bullishnya,” imbuhnya.

Wall Street Ditutup Memerah, Investor Cemaskan Lonjakan Inflasi

Emas sering dianggap sebagai aset pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik. Namun, karena emas tidak menghasilkan bunga, daya tariknya cenderung berkurang pada periode suku bunga tinggi.

Hampir semua bank sentral pasar negara maju memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada minggu ini. Meskipun demikian, mereka menekankan kesiapan untuk menekan inflasi jika guncangan energi, yang disebabkan oleh konflik AS-Israel terhadap Iran, terus berlanjut.

Harga minyak Brent sebagai acuan, melonjak di atas US$ 110 per barel setelah Iran menyerang fasilitas energi di seluruh Timur Tengah, menyusul serangan Israel terhadap ladang gas South Pars.

Sementara itu, seorang pejabat AS dan tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan ribuan pasukan AS tambahan untuk memperkuat operasinya di Timur Tengah seiring dengan memasuki fase baru dalam konflik dengan Iran.

Analis di SP Angel berpendapat bahwa harga emas terpukul oleh aksi ambil untung dan penguatan dolar. Mereka mencatat bahwa setelah reli yang kuat pada tahun 2025, wajar jika para pedagang mengunci keuntungan untuk menutupi margin call dan beralih ke perdagangan baru seperti hidrokarbon di tengah volatilitas pasar yang kembali meningkat.

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami penurunan. Harga perak spot turun 5,3% menjadi US$ 71,39 per ons. Platinum merosot 3,7% menjadi US$ 1.949,20, dan paladium turun 2,4% menjadi US$ 1.440,29.

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 53.000 Jadi Rp 2.943.000 Per Gram, Kamis (19/3)

Ringkasan

Harga emas dunia mengalami penurunan tajam, lebih dari 4%, dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Pada 19 Maret 2026, harga emas spot merosot ke US$ 4.612,21 per ons, terendah sejak Februari, sementara kontrak berjangka AS juga mengalami penurunan signifikan.

Analis memprediksi risiko penurunan harga emas lebih lanjut karena investor institusional mendominasi posisi short. Selain emas, logam mulia lain seperti perak, platinum, dan paladium juga mengalami penurunan harga. Aksi ambil untung dan penguatan dolar turut mempengaruhi penurunan harga emas ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *