Shoesmart.co.id, JAKARTA – Harga emas menunjukkan sinyal pemulihan pada perdagangan Jumat pagi (13 Februari 2026). Pada pukul 07.30 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange berada di US$ 4.960,10 per ons troi, meningkat 0,24% dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat US$ 4.948,40 per ons troi.
Stabilisasi harga emas ini terjadi setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam akibat aksi jual yang melanda pasar keuangan. Pergerakan harga emas kini menjadi perhatian utama para investor.
Menurut laporan Bloomberg, pasar kini menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada hari Jumat (13 Februari 2026). Data ini akan menjadi kunci dalam membentuk ekspektasi terkait langkah kebijakan Federal Reserve (The Fed) di masa depan.
Harga Minyak Naik pada Jumat (13/2) Pagi, Dibayangi Kekhawatiran Kelebihan Pasokan
Selain data inflasi, laporan data pekerjaan Januari yang solid juga menjadi sorotan. Kekuatan pasar tenaga kerja ini dipandang dapat mengurangi urgensi The Fed untuk segera memangkas suku bunga pada pertengahan tahun.
Meskipun sempat mengalami koreksi, sejumlah analis perbankan tetap optimis dan memperkirakan harga emas akan kembali melanjutkan tren kenaikannya pada tahun ini. Keyakinan ini didasarkan pada sejumlah faktor fundamental yang masih mendukung harga emas, termasuk ketegangan geopolitik global dan keraguan terhadap independensi The Fed dalam pengambilan kebijakan.
Ringkasan
Harga emas menunjukkan pemulihan pada Jumat pagi, dengan emas untuk pengiriman April 2026 naik 0,24% menjadi US$ 4.960,10 per ons troi. Pasar kini menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi kunci dalam membentuk ekspektasi terkait kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Selain data inflasi, laporan data pekerjaan Januari yang solid juga menjadi perhatian, mengurangi urgensi The Fed untuk segera memangkas suku bunga. Meskipun sempat koreksi, analis tetap optimis harga emas akan naik didukung ketegangan geopolitik dan keraguan independensi The Fed.