EMAS Optimis Untung 2026: Strategi Balik Rugi yang Wajib Diketahui

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memproyeksikan titik balik gemilang pada tahun buku 2026, dengan target mencetak laba setelah sebelumnya mengalami kerugian. Optimisme ini muncul setelah perusahaan mengumumkan lonjakan rugi bersih yang signifikan pada tahun buku 2025, mencapai Rp 459 miliar, atau meningkat 116% dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, proyeksi keuntungan di tahun 2026 didorong oleh pendapatan dari penjualan emas yang dihasilkan dari tambang Emas Pani. Kinerja keuangan yang masih negatif di tahun 2025, dijelaskannya, mencerminkan tahapan pembangunan proyek tambang yang intensif.

“Perseroan memperkirakan kinerja keuangan akan berbalik menuju profitabilitas pada tahun buku 2026. Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan produksi emas sebesar 100-115 ribu ons,” ungkap Boyke dalam keterangan resminya, Jumat (13/3).

Boyke menjelaskan bahwa selama masa pembangunan proyek tambang, perusahaan fokus pada konstruksi dan belum mencatatkan pendapatan dari produksi emas. Namun, momentum penting terjadi pada 27 Februari 2026, ketika EMAS berhasil melakukan pengiriman emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Kerja sama strategis dengan Antam ini akan menjadi katalisator bagi EMAS untuk mulai membukukan penjualan emas pertama pada kuartal pertama 2026. Sebagai langkah konkret, EMAS telah menandatangani perjanjian penjualan emas atau Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan ANTM sebagai pembeli utama.

Lebih lanjut, Boyke menekankan bahwa dimulainya produksi emas di proyek Pani menandai transisi krusial bagi perusahaan, dari fase pembangunan menuju produksi komersial yang berkelanjutan.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan proses ramp-up berjalan dengan baik sehingga Tambang Emas Pani dapat mencapai tingkat produksi optimal,” tegasnya.

Dalam pengembangan proyek ambisius ini, EMAS sebelumnya menerima sokongan finansial dari induk usahanya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Dukungan ini memungkinkan pembangunan proyek berjalan efisien sebelum perseroan melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO). Pasca-IPO, perusahaan melakukan penyesuaian struktur permodalan untuk mengoptimalkan pengelolaan neraca. Tambang Emas Pani sendiri diperkirakan memiliki sumber daya mineral melimpah, mencapai lebih dari 7 juta ons emas. Tambang ini dirancang sebagai operasi tambang terbuka dengan metode heap leach.

Ke depan, perusahaan berencana untuk meningkatkan kapasitas pengolahan secara bertahap melalui pembangunan fasilitas carbon-in-leach yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2028.

Rugi Bersih Merdeka Gold (EMAS) Melonjak 116% Jadi Rp 459 Miliar Sepanjang 2025

Sebagai informasi tambahan, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan rugi bersih sebesar US$27,49 juta atau setara Rp459,67 miliar sepanjang tahun 2025. Angka kerugian ini melonjak signifikan, yaitu sebesar 116,62% dibandingkan rugi tahun sebelumnya yang sebesar US$12,69 juta.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan tahun 2025, pendapatan EMAS tercatat sebesar US$131,96 ribu. Angka ini mengalami penurunan tajam sebesar 92,51% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai US$1,74 juta. Seluruh pendapatan tersebut berasal dari bisnis penyewaan alat berat.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan EMAS juga menyusut menjadi US$277,95 ribu dari sebelumnya US$1,18 juta secara tahunan atau year on year (yoy).

Meskipun demikian, lonjakan kerugian terutama disebabkan oleh meningkatnya beban umum dan administrasi perseroan. Beban ini naik signifikan dari US$1,01 juta pada 2024 menjadi US$9,48 juta pada 2025.

Kenaikan beban tersebut mendorong rugi usaha perseroan meningkat menjadi US$9,63 juta dari sebelumnya US$449,79 ribu secara tahunan.

Ringkasan

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) optimis meraih keuntungan pada tahun 2026, didorong oleh pendapatan dari penjualan emas Tambang Emas Pani. Proyeksi ini muncul setelah perusahaan mencatatkan peningkatan rugi bersih yang signifikan pada tahun 2025, mencapai Rp 459 miliar, akibat fokus pada pembangunan proyek tambang yang intensif.

EMAS menargetkan produksi emas sebesar 100-115 ribu ons pada tahun 2026 dan telah melakukan pengiriman emas perdana ke PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Kerja sama dengan Antam ini diharapkan menjadi katalisator bagi penjualan emas pertama EMAS, menandai transisi perusahaan dari fase pembangunan ke produksi komersial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *