Emas Meroket US$4.600: Prospek Harga Emas 2024 dan Potensinya

Shoesmart.co.id JAKARTA. Harga emas menunjukkan ketahanan yang mengesankan. Meskipun sempat tertekan dalam sebulan terakhir akibat perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), prospek jangka menengah logam mulia ini tetap cerah.

Kondisi ini tercermin dari reli harga emas yang signifikan pada perdagangan hari ini. Data dari Trading Economics pada Rabu (6/5), pukul 12.50 WIB, menunjukkan harga emas di pasar spot melonjak di atas US$ 4.600 per ons troi, tepatnya mencapai US$ 4.651. Angka ini mencerminkan kenaikan harian sebesar 2,2% dan pertumbuhan *year-to-date* (ytd) sebesar 7,23%.

Kenaikan harga emas global ini turut berdampak positif pada harga emas batangan di dalam negeri. Di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM), harga emas batangan bersertifikat naik Rp 30.000 per gram, dari Rp 2.760.000 per gram menjadi Rp 2.790.000 per gram.

Harga Emas Kembali Menguat, Analis Waspadai Tekanan Suku Bunga Global

Namun, jika kita melihat lebih jauh ke belakang, harga emas sempat mengalami tren penurunan dalam sebulan terakhir. Bahkan, sempat menyentuh level terendah di US$ 4.516 per ons troi pada Senin (5/5) pagi, hampir menembus level US$ 4.500.

Nanang Wahyudin, *Research & Education Coordinator* Valbury Asia Futures, menjelaskan bahwa pelemahan harga emas dalam sebulan terakhir ini terutama disebabkan oleh *repricing* ekspektasi suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Data inflasi AS yang masih tinggi mendorong pelaku pasar untuk memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama (*higher for longer*).

“Hal ini menyebabkan *yield* riil tetap tinggi, sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil,” jelas Nanang kepada Kontan, Senin (5/5/2026).

Dari sisi domestik, Nanang menambahkan bahwa pergerakan harga emas batangan Antam sangat dipengaruhi oleh harga emas global dan nilai tukar rupiah. Dalam kondisi rupiah yang relatif stabil, penurunan harga emas global cenderung lebih langsung tercermin pada harga emas di pasar domestik.

Meskipun sempat mengalami tekanan, Nanang meyakini bahwa tren *bullish* emas secara struktural belum berakhir. Ia menekankan bahwa faktor-faktor struktural seperti pembelian emas oleh bank sentral global serta ketidakpastian geopolitik masih menjadi penopang utama harga emas dalam jangka menengah.

Bitcoin Tembus US$ 81.000, Target US$ 100.000 Makin di Depan Mata

Lantas, bagaimana strategi investasi yang tepat? Nanang menyarankan investor yang sudah memiliki emas untuk tetap mempertahankan posisinya (*hold*), mengingat tren jangka menengah masih konstruktif. Bagi investor yang ingin masuk ke pasar emas, ia merekomendasikan strategi bertahap atau *averaging* saat harga mengalami koreksi.

“Tidak perlu *panic selling* kecuali ada perubahan fundamental yang signifikan, seperti kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed,” tegasnya.

Ke depan, Nanang memproyeksikan harga emas global pada tahun 2026 akan bergerak di kisaran US$ 4.600–US$ 4.900 per ons troi. Sementara itu, harga emas Antam diperkirakan berada di rentang Rp 2,7 juta–Rp 3,1 juta per gram, tergantung pada pergerakan nilai tukar rupiah.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sejumlah katalis positif berpotensi mendorong harga emas, antara lain perubahan kebijakan Federal Reserve ke arah pelonggaran, meningkatnya ketegangan geopolitik global, serta pelemahan dolar AS.

“Harga emas saat ini lebih mencerminkan penyesuaian jangka pendek, bukan pembalikan tren utama. Secara strategis, emas masih relevan sebagai instrumen diversifikasi dan lindung nilai,” pungkas Nanang.

Ringkasan

Harga emas menunjukkan ketahanan yang baik, meskipun sempat tertekan akibat perubahan ekspektasi suku bunga AS. Harga emas di pasar spot melonjak di atas US$ 4.600 per ons troi, mencerminkan kenaikan harian sebesar 2,2% dan pertumbuhan year-to-date (ytd) sebesar 7,23%. Kenaikan harga emas global berdampak positif pada harga emas batangan dalam negeri, dengan Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) menaikkan harga emas batangan bersertifikat menjadi Rp 2.790.000 per gram.

Meskipun sempat melemah karena ekspektasi suku bunga The Fed yang tinggi, tren bullish emas secara struktural diyakini belum berakhir. Faktor-faktor seperti pembelian emas oleh bank sentral dan ketidakpastian geopolitik menjadi penopang utama. Investor disarankan untuk mempertahankan posisi atau melakukan pembelian bertahap saat harga koreksi, dengan proyeksi harga emas global tahun 2026 berada di kisaran US$ 4.600–US$ 4.900 per ons troi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *