Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) baru-baru ini mengumumkan laporan keuangan mereka untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025. Pengumuman ini memberikan gambaran tentang kinerja perusahaan, terutama dalam kaitannya dengan pengembangan Tambang Emas Pani.
Kinerja keuangan EMAS tercatat masih menunjukkan angka negatif. Hal ini sejalan dengan Tambang Emas Pani yang merupakan aset utama perusahaan, yang saat ini masih belum beroperasi secara penuh. Kondisi ini tentu menjadi perhatian utama bagi para investor dan pemangku kepentingan.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), EMAS mengalami penurunan pendapatan yang signifikan. Pendapatan perusahaan merosot sebesar 92,46% secara tahunan (year-on-year/yoy), menjadi US$ 131.964 pada akhir 2025. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai US$ 1,75 juta.
Kirim Emas Perdana dari Pani, Simak Rekomendasi Saham Merdeka Gold Resources (EMAS)
Di sisi lain, beban pokok pendapatan EMAS juga mengalami penurunan. Beban ini berkurang sebesar 76,45% yoy, menjadi US$ 277.959 pada 2025, dari US$ 1,18 juta pada tahun sebelumnya. Penurunan ini sebagian mengkompensasi penurunan pendapatan, namun belum cukup untuk menghasilkan keuntungan.
Akibat penurunan pendapatan yang lebih besar dibandingkan penurunan beban pokok pendapatan, EMAS menderita rugi kotor sebesar US$ 145.995 pada 2025. Ini berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya, di mana EMAS berhasil mencatatkan laba kotor sebesar US$ 1,18 juta.
Selain itu, EMAS juga mencatatkan lonjakan yang signifikan pada beban umum dan administrasi. Beban ini meningkat sebesar 830,39% yoy, dari US$ 1,02 juta pada 2024 menjadi US$ 9,49 juta pada 2025. Peningkatan ini menjadi faktor penting yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.
EMAS Chart by TradingView
Sebagai akibat dari berbagai faktor tersebut, rugi usaha EMAS mengalami peningkatan yang cukup besar. Rugi usaha perusahaan bertambah sebesar 2.041,31% yoy, dari US$ 449.799 pada 2024 menjadi US$ 9,63 juta pada 2025. Peningkatan rugi usaha ini mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengelola operasionalnya.
Hingga akhir 2025, EMAS mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 27,49 juta. Angka ini meningkat sebesar 116,46% yoy dibandingkan rugi bersih perusahaan pada 2024, yang sebesar US$ 12,70 juta. Peningkatan rugi bersih ini menggarisbawahi dampak dari belum beroperasinya Tambang Emas Pani dan peningkatan beban operasional.
Merdeka Gold Resources (EMAS) Mulai Kirim Emas Perdana ke Fasilitas Pemurnian Antam
Meskipun mengalami kerugian, EMAS mencatatkan peningkatan pada total asetnya. Total aset perusahaan mencapai US$ 740,64 juta pada akhir 2025, atau naik 39,82% yoy dibandingkan total aset perusahaan pada 2024, yang sebesar US$ 529,72 juta. Total aset EMAS pada 2025 terdiri dari liabilitas sebesar US$ 359,70 juta dan ekuitas sebesar US$ 380,94 juta. Peningkatan aset ini menunjukkan bahwa perusahaan terus melakukan investasi dan pengembangan meskipun kinerja keuangannya belum optimal.
Ringkasan
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengalami rugi bersih sebesar US$27,49 juta pada tahun 2025, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan sebesar 92,46% menjadi US$131.964 dan lonjakan beban umum dan administrasi sebesar 830,39% menjadi US$9,49 juta menjadi faktor utama penyebab kerugian ini. Kondisi ini terutama disebabkan oleh belum beroperasinya Tambang Emas Pani secara penuh.
Meskipun mengalami kerugian, total aset EMAS meningkat sebesar 39,82% menjadi US$740,64 juta pada akhir 2025. Peningkatan ini didorong oleh investasi dan pengembangan yang terus dilakukan perusahaan. Total aset terdiri dari liabilitas sebesar US$359,70 juta dan ekuitas sebesar US$380,94 juta.