EMAS, ARCI, PSAB Terbang! Efek Indeks GDXJ Bikin Saham Melonjak

Shoesmart.co.id – JAKARTA — Tiga emiten pertambangan emas, yaitu PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB), kini resmi menjadi bagian dari Global Junior Gold Miners Index (GDXJ).

Menurut laporan Stockbit Sekuritas yang mengutip data dari Market Vectors Index Solutions (MVIS), penyedia indeks yang menjadi benchmark bagi VanEck, perubahan komposisi ini mulai berlaku efektif sejak perdagangan 20 Maret 2026.

Theodorus Melvin, Investment Analyst Stockbit, menjelaskan bahwa masuknya ketiga emiten tersebut merupakan hasil dari evaluasi rutin yang dilakukan oleh MVIS terhadap indeks saham pertambangan emas global. Evaluasi ini secara periodik meninjau dan menyesuaikan konstituen indeks untuk memastikan representasi pasar yang akurat.

“Dalam evaluasi tersebut, EMAS, ARCI, dan PSAB berhasil menembus Global Junior Gold Miners Index [GDXJ],” tulis Melvin dalam risetnya, Senin (16/3/2026).

Setelah pengumuman ini, MVIS dijadwalkan untuk merilis hasil tinjauan Global Gold Miners Index (GDX) pada 12 Juni 2026, yang akan efektif mulai 19 Juni 2026. Sementara itu, evaluasi konstituen GDXJ selanjutnya akan diumumkan pada 11 September 2026 dan mulai berlaku efektif pada 18 September 2026.

Sentimen positif ini langsung tercermin pada pergerakan saham ketiga emiten pada perdagangan Senin (16/3/2026). Saham EMAS mencatat penguatan signifikan sebesar 17,86% hingga mencapai Rp9.075. Kenaikan juga dialami oleh saham PSAB yang tumbuh 13,27% menjadi Rp555, serta saham ARCI yang menguat 5,30% ke level Rp1.690.

Sebelumnya, EMAS memang telah menyampaikan optimisme untuk mencatatkan laba di tahun 2026, seiring dengan mulai beroperasinya Tambang Emas Pani yang terletak di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Optimisme ini muncul setelah perseroan mengalami kerugian sepanjang tahun 2025.

Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menjelaskan bahwa fokus utama perseroan sepanjang tahun 2025 adalah menyelesaikan pembangunan Tambang Emas Pani. Investasi besar pada proyek ini berdampak pada kinerja keuangan perseroan.

Akibatnya, kinerja keuangan perseroan pada tahun 2025 masih mencerminkan fase konstruksi proyek, sehingga laba bersih yang tercatat masih negatif. Namun, perseroan telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan merealisasikan pengiriman emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) pada 27 Februari 2026. Hal ini menandakan bahwa EMAS akan mulai membukukan penjualan pertamanya pada kuartal I/2026.

Boyke menambahkan bahwa dimulainya produksi emas di Pani menandai transisi penting bagi perseroan dari tahap pembangunan menuju produksi komersial. Di tahun 2026 ini, EMAS menargetkan produksi emas sebesar 100.000–115.000 ons.

“Didukung oleh kondisi harga emas yang kondusif serta struktur biaya produksi yang kompetitif, perseroan memperkirakan kinerja keuangan akan berbalik menuju profitabilitas pada tahun buku 2026,” pungkas Boyke.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Tiga emiten pertambangan emas, EMAS, ARCI, dan PSAB, resmi menjadi bagian dari Global Junior Gold Miners Index (GDXJ) efektif sejak 20 Maret 2026. Keputusan ini merupakan hasil evaluasi rutin oleh Market Vectors Index Solutions (MVIS) terhadap indeks saham pertambangan emas global.

Masuknya ketiga emiten ke GDXJ memicu sentimen positif, terlihat dari penguatan harga saham EMAS, ARCI, dan PSAB pada perdagangan 16 Maret 2026. EMAS optimis mencatatkan laba di tahun 2026 seiring beroperasinya Tambang Emas Pani, dengan target produksi emas sebesar 100.000–115.000 ons.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *