Shoesmart.co.id, JAKARTA – PT Dupoin Futures Indonesia (Dupoin) bersiap memasuki era baru. Tahun 2026 dicanangkan sebagai tahun transformasi teknologi bagi perusahaan pialang berjangka ini. Sejumlah inisiatif digital telah disiapkan untuk memperkuat posisi Dupoin di pasar dan meningkatkan kualitas layanan bagi para nasabah.
Menurut Direktur Utama Dupoin Futures, Gunawan Herman, langkah transformasi ini merupakan respons terhadap perubahan perilaku investor yang kini semakin mengandalkan platform digital untuk bertransaksi. Oleh karena itu, optimalisasi sistem perdagangan, peningkatan keamanan data, dan pengembangan fitur berbasis teknologi menjadi fokus utama perusahaan di tahun mendatang.
Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan bahwa Dupoin akan memperkuat infrastruktur dan ekosistem trading melalui pengembangan AI-Driven Insights yang bertujuan untuk meningkatkan akurasi analisis pasar. Selain itu, perusahaan juga akan menerapkan sistem eksekusi berkecepatan tinggi dan memperkuat keamanan data melalui Automated KYC serta perlindungan digital terintegrasi.
“Kami ingin memastikan sistem yang efisien, aman, dan berbasis teknologi. Namun, kami juga akan selalu selaras dengan prinsip kepatuhan,” tegas Gunawan dalam keterangan resminya, Minggu (22/2/2026).
Transaksi Multilateral di ICDX Tumbuh 43,9%, Kontrak Berjangka Komoditas Emas Dominan
Selain fokus pada penguatan teknologi, Dupoin juga mengumumkan program edukasi dan literasi perdagangan berjangka yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026. Program ini bertujuan untuk mendorong pengembangan industri yang lebih transparan dan berkelanjutan. Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat, Dupoin berharap dapat meningkatkan partisipasi dan kepercayaan dalam perdagangan berjangka.
Dupoin juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan regulator, Self-Regulatory Organization (SRO), serta para pelaku industri lainnya. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri pialang berjangka yang lebih sehat dan berkelanjutan. Komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan industri.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Dupoin baru-baru ini menggelar Regulatory & Industry Roundtable 2026. Acara ini mempertemukan manajemen perusahaan dengan regulator, SRO, pemerintah daerah, pelaku industri, serta mitra strategis perusahaan. Forum ini menjadi wadah untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama demi kemajuan industri pialang berjangka.
Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Bank Indonesia, Jakarta Futures Exchange (JFX), Kliring Berjangka Indonesia (KBI), serta Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO). Kehadiran para regulator dan pelaku industri menunjukkan komitmen bersama untuk membangun industri yang kuat dan terpercaya.
OJK Pastikan POJK ETF Emas Rampung Akhir Tahun 2025
Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Ima Siti Fatimah, memberikan apresiasi atas kinerja Dupoin. Ia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Bappebti secara aktif melakukan penilaian per triwulan terhadap pialang berjangka untuk mengukur kepatuhan dan kualitas tata kelola perusahaan. Penilaian ini penting untuk memastikan bahwa perusahaan pialang berjangka beroperasi sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dupoin sendiri berhasil meraih Grade A+++ untuk periode Januari–Juni 2025. Penilaian ini merupakan pengakuan dari regulator atas konsistensi kepatuhan dan tata kelola perusahaan. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Dupoin dalam menjalankan bisnis secara profesional dan bertanggung jawab.
Secara terpisah, Rudianto Setiawan, Kepala Anggota Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, menyampaikan harapannya agar industri perdagangan berjangka terus berkembang dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Perkembangan industri ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ringkasan
PT Dupoin Futures Indonesia (Dupoin) berencana melakukan transformasi teknologi di tahun 2026 sebagai respons terhadap perubahan perilaku investor yang semakin digital. Fokus utama perusahaan adalah optimalisasi sistem perdagangan, peningkatan keamanan data, dan pengembangan fitur berbasis teknologi. Inisiatif ini termasuk pengembangan AI-Driven Insights untuk meningkatkan akurasi analisis pasar, sistem eksekusi berkecepatan tinggi, dan penguatan keamanan data melalui Automated KYC.
Selain transformasi teknologi, Dupoin juga akan menjalankan program edukasi dan literasi perdagangan berjangka sepanjang tahun 2026 untuk mendorong industri yang lebih transparan dan berkelanjutan. Perusahaan berkomitmen untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan regulator, SRO, dan pelaku industri lainnya, yang ditunjukkan melalui penyelenggaraan Regulatory & Industry Roundtable 2026. Bappebti memberikan apresiasi atas kinerja Dupoin yang berhasil meraih Grade A+++ untuk periode Januari–Juni 2025.