DSSA Stock Split: Siap Pecah Saham, Minta Restu RUPSLB!

Emiten energi dan infrastruktur Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Maret 2026. Agenda utama rapat ini adalah meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana pemecahan saham (stock split) dan penyesuaian Anggaran Dasar perusahaan.

DSSA mengusulkan stock split dengan rasio 1:25. Langkah ini diambil dengan pertimbangan untuk meningkatkan jumlah saham DSSA yang beredar di pasar, sekaligus membuat harga per lembar saham menjadi lebih terjangkau bagi investor dari berbagai kalangan.

Selain itu, stock split ini diharapkan dapat memperluas basis investor DSSA. Dengan jangkauan investor yang lebih luas, perusahaan berharap dapat meningkatkan praktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta memperkuat tanggung jawab dan akuntabilitas sebagai perusahaan terbuka.

Manajemen DSSA meyakini bahwa stock split akan berdampak positif pada peningkatan volume perdagangan saham. Dengan demikian, likuiditas saham DSSA di pasar modal diharapkan akan semakin membaik.

“Untuk itu, perusahaan mengusulkan kepada pemegang saham untuk menyetujui rencana stock split perusahaan dengan rasio 1:25 dan penyesuaian Anggaran Dasar perusahaan sehubungan dengan pelaksanaan stock split,” demikian pernyataan resmi Manajemen DSSA dalam keterbukaan informasi, Senin (16/2/2026).

Dalam RUPSLB tersebut, Manajemen DSSA juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk memberikan wewenang dan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perusahaan. Tujuannya adalah agar Direksi dapat mengambil segala tindakan yang diperlukan terkait pelaksanaan stock split.

RUPSLB ini dapat dilaksanakan jika dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili setidaknya 2/3 dari seluruh saham dengan hak suara sah yang telah dikeluarkan oleh perusahaan.

Sebagai informasi tambahan, jika RUPSLB menyetujui rencana ini, DSSA akan mengajukan permohonan pencatatan saham tambahan dari hasil stock split ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 26 Maret 2026.

Selanjutnya, pada 1 April 2026, DSSA akan menyampaikan keterbukaan informasi terkait pelaksanaan stock split.

Adapun jadwal perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi akan berakhir pada 6 April 2026. Keesokan harinya, 7 April 2026, perdagangan saham DSSA dengan nilai nominal baru akan dimulai di kedua pasar tersebut.

Pada penutupan perdagangan Jumat (13/2/2025), harga saham DSSA tercatat mengalami koreksi sebesar 0,71% ke level Rp 94.325 per saham.

Ringkasan

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berencana melakukan stock split dengan rasio 1:25 dan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada 11 Maret 2026. Tujuan utama dari stock split ini adalah untuk meningkatkan jumlah saham DSSA yang beredar dan membuat harga per lembar saham lebih terjangkau, sehingga memperluas basis investor dan meningkatkan likuiditas saham.

Selain stock split, RUPSLB juga akan membahas penyesuaian Anggaran Dasar perusahaan dan memberikan wewenang kepada Direksi untuk mengambil tindakan terkait pelaksanaan stock split. Jadwal perdagangan saham dengan nilai nominal lama akan berakhir pada 6 April 2026, dan perdagangan dengan nilai nominal baru akan dimulai pada 7 April 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *