DSSA Stock Split 1:25! Langkah Jitu Genjot Likuiditas Saham?

Shoesmart.co.id JAKARTA. Kabar penting bagi para investor! PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten dari grup Sinarmas, akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari Rabu, 11 Maret 2026. Agenda utama dalam rapat ini adalah persetujuan rencana pemecahan saham, yang dikenal juga dengan istilah stock split, serta penyesuaian anggaran dasar perusahaan terkait pelaksanaan stock split tersebut. Informasi ini disampaikan secara resmi oleh manajemen DSSA melalui keterbukaan informasi pada hari Senin, 16 Februari 2026.

Langkah strategis ini diambil dengan rasio stock split yang cukup signifikan, yaitu 1:25. Artinya, setiap satu lembar saham DSSA yang dimiliki investor akan dipecah menjadi 25 lembar saham. Menurut manajemen, tujuan utama dari stock split saham DSSA ini adalah untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar di pasar. Dengan demikian, diharapkan harga per lembar saham DSSA akan menjadi lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor, termasuk investor ritel.

Lebih lanjut, DSSA berharap bahwa aksi korporasi ini akan memperluas jangkauan saham DSSA ke basis investor yang lebih luas dan beragam. Dengan semakin banyaknya investor yang terlibat, perusahaan berharap dapat mendorong penguatan praktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan tanggung jawab dan akuntabilitas DSSA sebagai perusahaan terbuka yang terpercaya.

Meski Pendapatan Tumbuh 22%, Link Net (LINK) Masih Rugi Rp 1,44 Triliun di 2025

Selain memperluas basis investor, perusahaan juga mengantisipasi bahwa stock split akan berdampak positif pada volume perdagangan saham DSSA. Peningkatan volume perdagangan diharapkan akan meningkatkan likuiditas saham DSSA di pasar modal, sehingga mempermudah investor untuk melakukan transaksi jual beli saham.

“Pemegang saham yang berhak untuk hadir atau diwakili dalam Rapat adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham DSSA pada akhir sesi perdagangan saham pada hari Jumat, 13 Februari 2026,” demikian pernyataan resmi DSSA dalam keterbukaan informasinya. Bagi para investor DSSA, tanggal ini menjadi penting untuk diperhatikan agar dapat menggunakan hak suaranya dalam RUPSLB.

Sebagai informasi tambahan, pada hari Jumat, 13 Februari 2026, harga saham DSSA mengalami penurunan tipis sebesar 0,71% menjadi Rp 94.325 per saham. Meskipun demikian, dalam periode lima hari perdagangan sebelumnya, saham DSSA tercatat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 10,45%. Pergerakan harga saham ini menunjukkan dinamika pasar yang menarik menjelang pelaksanaan RUPSLB dan rencana stock split yang akan datang.

Ringkasan

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akan mengadakan RUPSLB pada 11 Maret 2026 untuk menyetujui rencana stock split dengan rasio 1:25. Tujuan utama dari aksi korporasi ini adalah untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar dan membuat harga per lembar saham lebih terjangkau bagi investor, termasuk investor ritel. Keterbukaan informasi ini disampaikan manajemen pada 16 Februari 2026.

DSSA berharap stock split akan memperluas basis investor dan meningkatkan volume perdagangan saham, sehingga meningkatkan likuiditas saham di pasar modal. Pemegang saham yang berhak hadir dalam rapat adalah mereka yang tercatat pada 13 Februari 2026. Sebelum pengumuman, saham DSSA sempat mengalami kenaikan signifikan dalam lima hari perdagangan, meskipun mengalami penurunan tipis pada 13 Februari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *