KONTAN.CO.ID, JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menghasilkan sejumlah keputusan penting, termasuk pembagian dividen dan perubahan dalam susunan direksi. Acara tersebut berlangsung di Ancol, Jakarta Utara, pada hari Selasa (14/4/2026).
Salah satu poin utama dari RUPST adalah persetujuan pembagian dividen sebesar Rp 26,05 per saham. Secara total, dividen yang akan dibagikan mencapai Rp 41,6 miliar, atau setara dengan 23,13% dari laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2025. Keputusan ini tentu menjadi kabar baik bagi para pemegang saham PJAA.
Sebagai informasi tambahan, sepanjang tahun 2025, PJAA berhasil mencatatkan kinerja yang solid dengan laba bersih sebesar Rp 180,19 miliar. Pendapatan perusahaan juga menunjukkan angka yang menggembirakan, mencapai Rp 1,121 triliun.
Strategi Baru dengan Nahkoda Baru
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui perubahan dalam jajaran direksi perusahaan. Syahmudrian Lubis resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PJAA yang baru. Pengangkatan ini diharapkan dapat membawa angin segar dan memperkuat strategi bisnis perusahaan ke depan.
Menanggapi penunjukannya, Syahmudrian Lubis menyampaikan komitmennya untuk terus fokus pada inovasi dan efisiensi operasional. Hal ini menjadi krusial mengingat tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Beberapa strategi yang akan diterapkan termasuk digitalisasi layanan tiket, peningkatan kualitas fasilitas, serta pengembangan konten dan acara tematik yang menarik.
“Industri wisata telah mengalami transformasi signifikan. Pengunjung kini tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman yang berkesan, koneksi emosional, dan nilai lebih dari setiap pengeluaran yang mereka lakukan,” ungkap Syahmudrian dalam konferensi pers usai RUPST.
Oleh karena itu, fokus utama Ancol ke depan adalah meningkatkan nilai per pengunjung (value per customer), bukan sekadar berorientasi pada kuantitas atau jumlah pengunjung. Selain itu, perusahaan juga akan berupaya mengoptimalkan pemanfaatan aset dan ekosistem Ancol secara keseluruhan, serta menjadikan data sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan bisnis.
Memperkuat Kolaborasi untuk Daya Saing
PJAA juga memiliki rencana strategis untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang, terutama di sektor pariwisata yang semakin kompetitif.
Adapun susunan lengkap dewan komisaris dan direksi PJAA yang berlaku efektif setelah RUPST adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
* Komisaris Utama & Independen: Irfan Setiaputra
* Komisaris: Suharini Eliawati
* Komisaris: Lies Hartono
* Komisaris: Sutiyoso
* Komisaris Independen: Trisni Puspitaningtyas
Dewan Direksi:
* Direktur Utama: Syahmudrian Lubis
* Direktur: Cahyo Satriyo Prakoso
* Direktur: Daniel Nainggolan
* Direktur: Eddy Prastiyo
* Direktur: Rahmaniar
Dengan susunan pengurus yang baru dan strategi yang telah ditetapkan, PJAA optimis dapat terus memperkuat kinerja dan melakukan transformasi bisnis yang adaptif di tengah dinamika industri pariwisata yang terus berkembang.
Ringkasan
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 26,05 per saham atau total Rp 41,6 miliar dalam RUPST yang digelar Selasa (14/4/2026). Dividen ini setara dengan 23,13% dari laba bersih perusahaan tahun buku 2025, yang mencapai Rp 180,19 miliar dari pendapatan Rp 1,121 triliun.
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui pengangkatan Syahmudrian Lubis sebagai Direktur Utama PJAA yang baru. Syahmudrian berkomitmen untuk fokus pada inovasi, efisiensi operasional, digitalisasi layanan, dan peningkatan kualitas fasilitas. Perusahaan juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan daya saing.