Shoesmart.co.id, JAKARTA — Kabar baik bagi para investor! PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari Kamis, 12 Maret 2026, pukul 14.00 WIB di Menara BCA, Grand Indonesia, Jakarta. Salah satu agenda yang paling dinantikan tentu saja adalah penetapan dividen untuk tahun buku 2025.
Dalam pengumumannya, BCA menyatakan bahwa besaran yield dividen akan ditentukan dalam agenda RUPST kedua, yakni penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025. Manajemen BCA mengusulkan agar sebagian laba bersih perusahaan dialokasikan untuk pembagian dividen tunai, sementara sisanya akan dibukukan sebagai laba ditahan.
Seperti yang telah diketahui, BCA sebelumnya telah membagikan dividen interim senilai Rp6,77 triliun, atau Rp55 per saham, kepada seluruh pemegang saham. Nominal dividen interim ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp50 per saham. Secara keseluruhan, nilai dividen interim yang ditebar pada tahun tersebut mencapai Rp6,77 triliun, naik 9,95% dari Rp6,16 triliun pada tahun 2024.
Menurut catatan Bisnis, BCA pernah membagikan dividen tunai sebesar Rp530 per saham, atau setara dengan 48% dari total laba bersih untuk tahun buku 2020. Jumlah tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp98 per saham yang telah dibagikan pada tanggal 22 Desember 2020.
Meskipun kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan perlambatan pertumbuhan bisnis, BCA tetap berkomitmen untuk memberikan dividen kepada para pemegang sahamnya pada tahun tersebut.
“Dengan ini diberitahukan kepada pemegang saham perseroan bahwa perseroan akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai sebesar Rp98 per saham untuk tahun buku 2020 [periode 1 Januari 2020 sampai dengan 30 September 2020],” demikian pernyataan manajemen BCA pada saat itu.
Perseroan juga telah membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2021 sebesar Rp145 per saham, atau setara dengan 56,9% dari total laba bersih, yaitu Rp31,42 triliun. Nilai pembayaran dividen saham BCA mencapai Rp17,9 triliun dari tahun buku 2021.
Selanjutnya, pada tahun 2022, BBCA memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp25,3 triliun. Keputusan ini disepakati dalam RUPST yang digelar pada pekan lalu (16/3/2023). Nilai dividen tersebut mencapai 62,1% dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2022. Sepanjang tahun 2022, BCA mencatatkan laba sebesar Rp40,7 triliun, meningkat 29,6% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pada tahun 2023, BCA kembali membagikan dividen tunai sebesar Rp270 per saham, atau senilai total Rp33,28 triliun. Keputusan pembagian dividen ini juga disepakati dalam RUPST yang digelar pada Kamis (14/3/2023).
Nilai dividen tunai per saham tersebut mengalami kenaikan sebesar 31,7% dibandingkan dengan dividen tunai yang dibagikan untuk tahun buku 2022. Dividen tunai ini sudah termasuk dividen interim tunai sebesar Rp42,5 per saham, atau setara dengan Rp5,23 triliun, yang telah dibayarkan kepada para pemegang saham pada bulan Desember 2023.
Pada tahun 2024, total dividen yang dibagikan BCA adalah Rp300 per lembar saham, termasuk dividen interim sebesar Rp50 per saham yang telah dibayarkan sebelumnya. Dengan demikian, sisa nilai dividen per saham yang akan dibagikan BCA pada tahun 2025 adalah sebesar Rp250, atau mencapai Rp36,98 triliun.
Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, sebelumnya menyatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan agenda rutin tahunan perusahaan.
“Setiap tahun, dalam beberapa tahun terakhir, BCA selalu membagikan dividen interim, biasanya di bulan Desember. Jadi, sampai saat ini belum kita sampaikan, tapi memang dalam beberapa tahun terakhir ini kita selalu memberikan dividen interim sebelum akhir tahun,” ujar Vera dalam paparan kinerja keuangan kuartal III/2025, Senin (20/10/2025).
Vera menambahkan bahwa kebijakan pembagian dividen BCA selama ini cukup konsisten, dengan rasio pembayaran (dividend payout ratio/DPR) mencapai sekitar 68% hingga tahun lalu, sebuah level yang tergolong tinggi di industri perbankan.
“Dividend payout ratio sampai dengan tahun lalu ada di kisaran 68%. Jadi, cukup tinggi ya untuk industri perbankan,” tuturnya.
Sebagai informasi tambahan, BBCA membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 4,9% menjadi Rp57,5 triliun sepanjang tahun 2025. Selain itu, secara konsolidasian, BCA mencatat pertumbuhan kredit sebesar 7,7% secara year on year menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Secara rata-rata, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8% sepanjang tahun 2025.
Ringkasan
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) akan menggelar RUPST pada 12 Maret 2026 untuk menetapkan dividen tahun buku 2025. Manajemen mengusulkan sebagian laba bersih dialokasikan untuk dividen tunai dan sisanya sebagai laba ditahan. Sebelumnya, BCA telah membagikan dividen interim Rp55 per saham, meningkat dari Rp50 per saham tahun sebelumnya.
BCA secara konsisten membagikan dividen, dengan dividend payout ratio sekitar 68%, tergolong tinggi di industri perbankan. Pada tahun 2024, total dividen yang dibagikan Rp300 per lembar saham, termasuk dividen interim Rp50. Sepanjang tahun 2025, BBCA membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 4,9% menjadi Rp57,5 triliun.