Dirut VKTR Mengundurkan Diri! Apa Dampaknya Bagi Saham?

Shoesmart.co.id, JAKARTA – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengumumkan pengunduran diri Gilarsi Wahju Setijono dari posisi Direktur Utama pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Keputusan ini menandai babak baru dalam perjalanan perusahaan yang tengah fokus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Pengunduran diri Gilarsi akan resmi berlaku setelah mendapatkan persetujuan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan regulasi yang berlaku. Persetujuan ini akan dimintakan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada tanggal 19 Mei 2026.

Manajemen VKTR menekankan bahwa pergantian kepemimpinan ini adalah bagian dari dinamika korporasi yang terencana dan profesional. Perusahaan berkomitmen untuk menjaga kesinambungan strategi bisnis, stabilitas operasional, dan memenuhi tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingan, termasuk investor, karyawan, dan mitra bisnis.

Sebagai bentuk penghargaan, VKTR menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi, dedikasi, dan kepemimpinan Gilarsi Wahju Setijono selama menjabat sebagai Direktur Utama. Di bawah kepemimpinannya, VKTR berhasil memperkokoh fondasi bisnisnya, memperluas kolaborasi strategis, dan menjadi motor penggerak pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) di tingkat nasional.

Salah satu tonggak penting selama masa jabatannya adalah peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen VKTR dalam mendukung transformasi menuju mobilitas hijau sekaligus memperkuat industri otomotif dalam negeri.

Rupiah Kembali Melemah ke Rp 17.502 per Dolar AS Pagi Ini, Ini Pemicunya

Anindya N. Bakrie, Komisaris Utama VKTR, menyatakan bahwa Dewan Komisaris menghormati keputusan Gilarsi dan memberikan apresiasi atas dedikasinya dalam memajukan perusahaan. Dewan Komisaris juga menjamin bahwa proses transisi kepemimpinan akan berjalan lancar dan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

“Yang terpenting adalah arah strategis VKTR tetap solid dan berkesinambungan. Perusahaan akan terus memprioritaskan penguatan fundamental bisnis, penciptaan nilai jangka panjang, dan komitmen penuh kepada seluruh pemangku kepentingan,” tegas Anindya dalam keterangan resminya, Kamis (14/5/2026).

Lebih lanjut, VKTR meyakinkan bahwa perubahan kepemimpinan ini tidak akan mengganggu operasional bisnis maupun fokus strategis perusahaan dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik nasional dan memperkuat rantai pasok industri mobilitas hijau di Indonesia. VKTR tetap berkomitmen untuk menjadi pemain kunci dalam transisi energi dan pengurangan emisi karbon.

Sebagai perusahaan yang memiliki visi untuk mempercepat transisi energi dan mengurangi emisi karbon, VKTR akan terus menjalankan agenda strategisnya dalam mempromosikan pengembangan green mobility. Hal ini mencakup elektrifikasi transportasi publik dan komersial, penguatan kemitraan strategis, serta pengembangan solusi mobilitas rendah emisi yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

VKTR juga secara konsisten mendukung penguatan industri lokal dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui pengembangan ekosistem manufaktur, kolaborasi dengan industri karoseri nasional, serta penguatan rantai nilai kendaraan listrik di Indonesia.

VKTR percaya bahwa pengembangan industri kendaraan listrik nasional harus selaras dengan peningkatan kapasitas industri domestik untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi bangsa.

Perusahaan akan menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai proses transisi kepemimpinan ini sesuai dengan prinsip keterbukaan informasi dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ringkasan

Gilarsi Wahju Setijono mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) per 13 Mei 2026 dan akan dimintakan persetujuan dalam RUPS pada 19 Mei 2026. Manajemen VKTR menyatakan bahwa pergantian ini adalah bagian dari dinamika korporasi dan tidak akan mengganggu stabilitas operasional serta strategi bisnis perusahaan.

Dewan Komisaris VKTR menghormati keputusan Gilarsi dan menjamin transisi kepemimpinan akan berjalan lancar. VKTR akan terus fokus pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, penguatan fundamental bisnis, dan komitmen kepada seluruh pemangku kepentingan serta pengembangan green mobility.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *