Shoesmart.co.id, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara siap menjadi pemain aktif di pasar modal Indonesia. Langkah ini diwujudkan dengan mengalokasikan separuh dari total dana investasinya ke pasar modal, melalui kerja sama dengan manajer investasi.
Menurut catatan Kontan, Danantara menargetkan penyaluran investasi hingga US$ 14 miliar pada tahun 2026. Dengan alokasi setengah dari dana tersebut, diperkirakan sekitar US$ 7 miliar akan membanjiri pasar modal.
Pandu Sjahrir, Chief of Investment Danantara Indonesia, menjelaskan bahwa Danantara memiliki mandat untuk berinvestasi secara langsung maupun tidak langsung, baik pada perusahaan swasta maupun di pasar modal privat.
“Kami telah berdiskusi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kami akan berpartisipasi aktif dalam instrumen surat utang maupun pasar ekuitas,” ujar Pandu dalam acara Dialog Pelaku Pasar Modal di Main Hall BEI, Minggu (1/2/2026).
Pandu mengungkapkan bahwa Danantara sebenarnya telah mulai berinvestasi di pasar ekuitas sejak akhir Desember 2025. Namun, investasi tersebut dilakukan secara tidak langsung, melalui beberapa manajer investasi yang belum diumumkan secara resmi.
Lebih lanjut, Pandu menyampaikan pesan Danantara kepada para manajer investasi yang ditunjuk untuk memprioritaskan saham-saham dengan tiga kriteria utama: likuiditas yang baik, fundamental yang kuat, dan memiliki value yang menarik.
“Pekan depan, dana akan mulai masuk ke pasar modal, karena kami melihat prospek Indonesia masih sangat bagus. Tahun ini, sekitar separuh dari pendanaan Danantara akan dialokasikan ke public market di Indonesia,” imbuh Pandu.
Rosan Roeslani, CEO Danantara, menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan dan inisiatif yang diluncurkan oleh OJK dan Self-Regulatory Organization (SRO), mengingat Danantara memiliki kepentingan yang signifikan di pasar modal.
“Kontribusi Danantara terhadap kapitalisasi pasar di BEI hampir mencapai 30%. Oleh karena itu, Danantara memiliki kepentingan besar dalam menjaga pasar modal agar mencerminkan valuasi yang sesungguhnya,” pungkas Rosan.
Ringkasan
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan mengalokasikan separuh dari total dana investasinya ke pasar modal Indonesia, bekerja sama dengan manajer investasi. Dari target investasi US$ 14 miliar pada tahun 2026, diperkirakan sekitar US$ 7 miliar akan masuk ke pasar modal.
Danantara telah berdiskusi dengan BEI dan OJK dan akan berpartisipasi aktif dalam instrumen surat utang maupun pasar ekuitas. Investasi di pasar ekuitas sudah dimulai sejak Desember 2025 melalui manajer investasi. Danantara mengutamakan saham dengan likuiditas baik, fundamental kuat, dan memiliki value menarik, serta akan mendukung inisiatif OJK dan SRO.