
Shoesmart.co.id, JAKARTA — PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) kembali merilis laporan terbaru mengenai realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) mereka. Berdasarkan laporan tersebut, BUKA masih memiliki sisa dana IPO yang signifikan, mencapai Rp4,28 triliun, hingga penghujung tahun 2025.
Manajemen Bukalapak mengumumkan bahwa perseroan sukses menghimpun dana bersih dari IPO sebesar Rp21,32 triliun. Sebagai pengingat, Bukalapak secara resmi mendapatkan izin efektif untuk IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 6 Agustus 2021, menandai salah satu pencatatan saham terbesar di Bursa Efek Indonesia pada masanya.
Merujuk pada laporan realisasi penggunaan dana hasil IPO yang dirilis pada Minggu (18/1/2026), Bukalapak telah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp17.041.361.421.957 atau sekitar Rp17,04 triliun per 31 Desember 2025. Angka realisasi penggunaan dana IPO ini menunjukkan peningkatan substansial sebesar Rp4,29 triliun dibandingkan posisi pertengahan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp12,74 triliun, mencerminkan percepatan dalam alokasi investasi dan operasional.
: Rapor Kuartal III/2025: Rugi GOTO dan Blibli (BELI) Susut, Bukalapak (BUKA) Cetak Laba
Penggunaan dana IPO oleh Bukalapak tersebar ke berbagai pos strategis untuk mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis mereka. Pertama, sebagian besar dialokasikan untuk modal kerja BUKA sendiri, senilai Rp7,61 triliun. Kedua, modal kerja PT Buka Mitra Indonesia mendapatkan alokasi sebesar Rp1,22 triliun. Ketiga, modal kerja PT Buka Usaha Indonesia sebesar Rp16,96 miliar.
Selanjutnya, keempat, modal kerja PT Buka Pengadaan Indonesia menerima Rp35,61 miliar. Kelima, modal kerja Bukalapak Pte. Ltd. dialokasikan Rp1,05 miliar. Dan keenam, modal kerja PT Five Jack dengan nilai Rp26,2 miliar.
: : Cuan Investasi, Bukalapak (BUKA) Berbalik Laba Rp2,9 Triliun Kuartal III/2025
Pos alokasi terbesar terakhir, yang menjadi tulang punggung ekspansi, adalah untuk pertumbuhan dan pengembangan usaha perseroan serta entitas anak, termasuk modal kerja entitas anak yang belum disebutkan, dengan total Rp8,09 triliun. Menariknya, realisasi penggunaan dana BUKA untuk kategori ini mengalami lonjakan signifikan dari yang sebelumnya hanya Rp4,4 triliun pada pertengahan tahun 2025.
Dengan total realisasi penggunaan dana IPO hingga akhir 2025, Bukalapak kini masih menyimpan sisa dana senilai Rp4.284.470.019.394, atau sekitar Rp4,28 triliun. Dana ini akan digunakan untuk mendukung rencana strategis ke depan.
: : Bukalapak (BUKA) Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp420 Miliar dari Kas Internal
Melihat detail alokasi, pos rencana penggunaan dana yang masih memiliki sisa dana terbesar meliputi modal kerja perseroan, modal kerja PT Buka Mitra Indonesia, serta segmen pertumbuhan dan pengembangan lainnya. Ini mengindikasikan bahwa area-area tersebut akan menjadi fokus utama Bukalapak dalam mengoptimalkan sisa dana IPO untuk inisiatif-inisiatif di masa mendatang.
Ringkasan
PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) melaporkan sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp4,28 triliun per 31 Desember 2025. Dari total dana bersih IPO Rp21,32 triliun yang dihimpun sejak 6 Agustus 2021, perseroan telah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp17,04 triliun. Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan Rp4,29 triliun dibandingkan posisi pertengahan tahun 2025.
Dana IPO telah dialokasikan untuk berbagai pos strategis, termasuk modal kerja BUKA sendiri senilai Rp7,61 triliun dan modal kerja PT Buka Mitra Indonesia sebesar Rp1,22 triliun. Alokasi terbesar lainnya adalah untuk pertumbuhan dan pengembangan usaha perseroan serta entitas anak, yang mencapai Rp8,09 triliun. Sisa dana Rp4,28 triliun akan digunakan untuk mendukung rencana strategis Bukalapak ke depan, khususnya pada modal kerja dan pengembangan.