JAKARTA. PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) kembali menyuntikkan modal kepada anak perusahaannya, PT Indo Lautan Energi, melalui fasilitas pinjaman. Transaksi ini, yang dilakukan pada 26 Januari 2026, semakin mempererat hubungan keuangan antara emiten yang bergerak di bidang perdagangan logam, bijih logam, dan penyedia jasa aktivitas tersebut, dengan anak usahanya.
Nilai pinjaman yang dikucurkan DAAZ kali ini mencapai Rp 6,2 miliar. “Transaksi ini merupakan penambahan fasilitas pinjaman sebesar Rp 6,2 miliar, sehingga total pinjaman dari sebelumnya Rp 32,47 miliar menjadi Rp 38,67 miliar,” ungkap manajemen DAAZ dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (28/1/2026). Tambahan modal ini diharapkan dapat memperkuat operasional Indo Lautan Energi.
DAAZ Serap Capex US$ 27 Juta Hingga November 2025, Pacu Ekspansi Armada dan Logistik
Manajemen DAAZ menjelaskan secara rinci bahwa pinjaman kepada Indo Lautan Energi akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, khususnya dalam pembelian bahan bakar solar. Dengan ketersediaan bahan bakar yang terjamin, diharapkan operasional Indo Lautan Energi dapat berjalan lebih lancar dan efisien.
Dana untuk pinjaman ini berasal dari hasil penerbitan Obligasi I Daaz Bara Lestari Tahun 2025, sejalan dengan rencana penggunaan dana obligasi yang telah ditetapkan sebelumnya. “Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 8,85% per tahun, dengan jangka waktu 370 hari sejak tanggal perjanjian pinjaman,” jelas manajemen lebih lanjut. Tingkat bunga yang kompetitif ini diharapkan memberikan keuntungan yang optimal bagi kedua belah pihak.
Di sisi lain, pergerakan saham DAAZ pada Rabu (28/1/2026) menunjukkan penurunan sebesar 14,97%, ditutup pada level Rp 3.750 per saham. Meskipun demikian, jika dilihat dalam rentang waktu satu bulan, saham DAAZ masih mencatatkan kenaikan yang signifikan, yaitu sebesar 72,02%. Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun ada koreksi harian, secara umum kinerja saham DAAZ masih positif.
Ringkasan
PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) kembali memberikan pinjaman kepada anak usahanya, PT Indo Lautan Energi, sebesar Rp 6,2 miliar. Pinjaman ini meningkatkan total pinjaman menjadi Rp 38,67 miliar dan bertujuan untuk memperkuat modal kerja Indo Lautan Energi, khususnya untuk pembelian bahan bakar solar.
Dana pinjaman berasal dari hasil penerbitan Obligasi I Daaz Bara Lestari Tahun 2025, dengan bunga 8,85% per tahun dan jangka waktu 370 hari. Meskipun saham DAAZ mengalami penurunan harian, secara bulanan saham tersebut masih mencatatkan kenaikan yang signifikan.