Cermati rekomendasi saham pilihan hari ini (4/6), IHSG masih rawan koreksi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan melanjutkan tren koreksinya pada perdagangan hari ini, 4 Juni 2026. Proyeksi ini muncul setelah indeks acuan tersebut mencatatkan pelemahan signifikan pada sesi sebelumnya. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terperosok tajam sebesar 4,11% atau setara dengan 254,36 poin, mengakhiri perdagangan pada Rabu, 3 Juni 2026, di level 5.941,07.

Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, menegaskan bahwa potensi koreksi IHSG belum akan usai. Ia menjelaskan, “IHSG masih rawan terkoreksi dengan level support di 5.884 dan level resistance di 5.967,” ujarnya kepada KONTAN pada Rabu, 3 Juni 2026.

Selain sentimen teknikal, Herditya menambahkan bahwa pelaku pasar akan terus mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan bagaimana lembaga-lembaga asing memandang prospek ekonomi Indonesia. Pergerakan dua faktor makroekonomi ini diyakini akan sangat memengaruhi sentimen pasar domestik. Sebagai pengingat akan tekanan yang terjadi, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, ditutup ambles 0,72% pada level Rp 17.967 per dolar Amerika Serikat, sebuah posisi terburuk yang pernah dicatat rupiah sepanjang sejarah.

Dalam kondisi pasar yang fluktuatif ini, beberapa saham direkomendasikan untuk dicermati dalam jangka pendek. Saham-saham tersebut meliputi AADI yang bergerak di kisaran Rp 8.500 hingga Rp 9.125, BMRI dengan rentang harga Rp 4.220 sampai Rp 4.320, serta MEDC yang berpotensi diperdagangkan antara Rp 1.340 dan Rp 1.430 per saham.

Herditya melanjutkan analisisnya dengan menyatakan bahwa IHSG masih berada dalam fase downtrend. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif, baik dari faktor eksternal maupun domestik, yang secara kolektif menekan pergerakan indeks. Tekanan ini semakin terasa dengan terjadinya koreksi pada saham-saham konglomerasi, yang sebelumnya sempat menunjukkan penguatan signifikan dalam dua hari perdagangan terakhir.

Lebih lanjut, sentimen negatif yang datang dari penilaian lembaga pemeringkat terhadap Danantara juga turut membebani pergerakan indeks saham, semakin memperkeruh prospek pasar dalam jangka pendek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *