Shoesmart.co.id JAKARTA. Kabar terbaru dari emiten afiliasi Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), yang mengumumkan rencana buyback saham. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung mulai 6 Februari 2026 hingga 5 Mei 2026.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (5/2), manajemen CDIA mengungkapkan bahwa mereka telah menyiapkan dana sebesar Rp 1 triliun untuk program buyback ini. Anggaran tersebut, yang mencakup biaya transaksi, sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan.
Erwin Ciputra Borong Lagi Saham Chandra Daya (CDIA) di Harga Segini!
Manajemen CDIA meyakinkan para pemegang saham bahwa aksi buyback ini tidak akan berdampak negatif pada kinerja keuangan perusahaan. “Pembelian kembali saham tidak akan mengakibatkan menurunnya pendapatan CDIA dan tidak ada dampak yang signifikan atas pembiayaan,” demikian pernyataan resmi dari manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.
Lebih lanjut, manajemen CDIA menyatakan keyakinannya bahwa transaksi buyback ini tidak akan memberikan dampak material yang merugikan terhadap kegiatan usaha perusahaan. Hal ini didukung oleh kondisi modal kerja dan arus kas CDIA yang dinilai cukup kuat untuk membiayai transaksi tersebut, tanpa mengganggu operasional bisnis yang sedang berjalan.
Pada penutupan sesi pertama perdagangan Kamis (4/1), saham CDIA berada pada level Rp 1.090 per saham, mengalami kenaikan sebesar 0,39% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Kendati demikian, dalam sebulan terakhir, saham CDIA tercatat mengalami penurunan sebesar 35,88%.
Ringkasan
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), afiliasi Prajogo Pangestu, mengumumkan rencana buyback saham yang akan berlangsung dari 6 Februari 2026 hingga 5 Mei 2026. Perusahaan telah menyiapkan dana sebesar Rp 1 triliun dari kas internal untuk program buyback ini, termasuk biaya transaksi.
Manajemen CDIA meyakinkan bahwa buyback ini tidak akan berdampak negatif pada kinerja keuangan perusahaan. Mereka juga yakin bahwa transaksi ini tidak akan merugikan kegiatan usaha perusahaan, didukung oleh kondisi modal kerja dan arus kas yang kuat. Saham CDIA sempat mengalami penurunan dalam sebulan terakhir.