Shoesmart.co.id, JAKARTA – PT United Tractors Tbk (UNTR) secara resmi memulai aksi korporasi pembelian kembali saham atau buyback pada hari Rabu, 1 April 2026. Meskipun demikian, harga saham UNTR yang dikenal sebagai saham blue chip justru mengalami penurunan.
Pada penutupan perdagangan hari Rabu, 1 April 2026, harga saham UNTR berada di level Rp 30.925, turun 125 poin atau 0,40% dibandingkan hari sebelumnya. Namun, jika dilihat sejak awal tahun 2026 (year to date/ytd), saham UNTR telah mengalami kenaikan sebesar 825 poin atau 2,74%.
Program buyback saham UNTR ini akan berlangsung hingga 30 Juni 2026. Dalam aksi korporasi ini, UNTR menyiapkan dana maksimum sebesar Rp 2 triliun.
Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor UNTR. Selain itu, jumlah saham free float setelah pelaksanaan buyback saham tidak akan kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.
Manajemen UNTR meyakini bahwa aksi buyback saham ini tidak akan berdampak negatif terhadap pendapatan perusahaan. Justru sebaliknya, buyback saham akan mengurangi aset dan ekuitas UNTR sebesar jumlah saham yang dibeli kembali.
Apabila UNTR menggunakan seluruh anggaran yang dialokasikan untuk buyback saham secara maksimal, maka aset dan ekuitas perusahaan akan berkurang paling banyak sebesar Rp 2 triliun.
“Perusahaan berkeyakinan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material bagi kegiatan usaha dan pertumbuhan perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan saat ini memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha, pengembangan usaha, kegiatan operasional, serta pembelian kembali saham,” jelas Manajemen UNTR dalam prospektus yang disampaikan melalui keterbukaan informasi pada hari Selasa, 31 Maret 2026.
Selain memberikan keyakinan kepada investor mengenai nilai fundamental saham UNTR, aksi buyback saham ini juga diharapkan dapat menstabilkan harga saham UNTR di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
“Pembelian kembali saham juga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengelola modal jangka panjang. Saham treasuri yang diperoleh dapat dijual kembali di masa depan dengan nilai yang optimal jika perusahaan membutuhkan tambahan modal,” imbuh Manajemen UNTR.
Dalam keterbukaan informasi terpisah, UNTR juga mengumumkan pengakhiran periode buyback saham yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung dari 22 Januari hingga 15 April 2026. Periode buyback tersebut dipercepat dan diakhiri pada tanggal 31 Maret 2026.
Pada periode sebelumnya, UNTR juga menyiapkan dana sebesar Rp 2 triliun untuk buyback saham, tidak termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang terkait dengan pembelian kembali saham.
Hingga 31 Maret 2026, UNTR telah membeli kembali sebanyak 36.406.300 lembar saham dengan nilai mencapai Rp 1.056.340.137.312. Berdasarkan total buyback saham tersebut, sisa dana buyback saham UNTR adalah sebesar Rp 943.659.862.688.
Ringkasan
PT United Tractors Tbk (UNTR) memulai program buyback saham senilai Rp 2 triliun pada 1 April 2026, yang akan berlangsung hingga 30 Juni 2026. Meskipun demikian, harga saham UNTR justru mengalami penurunan tipis pada hari dimulainya buyback, meskipun secara year to date masih menunjukkan kenaikan. UNTR meyakinkan bahwa buyback ini tidak akan berdampak negatif pada pendapatan perusahaan dan memiliki modal serta arus kas yang cukup untuk membiayai seluruh kegiatan usaha.
Tujuan dari aksi korporasi ini adalah untuk memberikan keyakinan kepada investor mengenai nilai fundamental saham UNTR dan menstabilkan harga saham di tengah fluktuasi pasar. Selain itu, saham treasuri yang diperoleh dapat dijual kembali di masa depan jika perusahaan membutuhkan tambahan modal. Sebelumnya, UNTR juga telah melakukan buyback saham dan mengakhiri periode tersebut lebih cepat pada 31 Maret 2026, dengan sisa dana buyback sebesar Rp 943.659.862.688.