Buyback Emas Antam Rekor! Harga Tertinggi Sepanjang Sejarah

JAKARTA — Kabar gembira bagi investor emas Antam, harga buyback emas Antam berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) sebanyak empat kali dalam periode berjalan Januari 2026. Pencapaian ini menandai periode yang sangat aktif di pasar logam mulia.

Pada Kamis (15/1/2026), harga buyback emas Antam tercatat melonjak Rp8.000, mencapai level mengesankan Rp1.521.000 per gram. Angka ini, berdasarkan data dari Logam Mulia, merupakan rekor ATH terbaru untuk bulan ini, menunjukkan momentum kenaikan yang kuat.

Dengan lonjakan signifikan tersebut, terhitung sejak periode berjalan 2025 hingga Kamis (15/1/2026), harga buyback emas Antam telah berhasil memecahkan rekor baru sebanyak empat kali. Yang lebih menakjubkan, keempat rekor ini terukir secara berturut-turut dalam empat hari terakhir pekan ini, menegaskan tren positif yang sangat pesat.

Sebagai informasi, buyback emas adalah transaksi di mana investor menjual kembali emas yang dimilikinya, baik dalam bentuk logam mulia, batangan, maupun perhiasan. Meskipun harga buyback biasanya sedikit lebih rendah dari harga jual saat itu, transaksi ini tetap menawarkan potensi keuntungan substansial apabila selisih antara harga jual dan harga buyback cukup besar.

Penting untuk diketahui bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, setiap penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Besarannya adalah 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP. PPh 22 ini akan dipotong langsung dari total nilai buyback.

Pergerakan harga buyback emas Antam tidak lepas dari dinamika pasar global. Pada Kamis (15/1/2026) pagi, harga emas di pasar spot global terpantau terkoreksi tipis setelah sehari sebelumnya mencapai rekor tertinggi baru, sebagaimana dilaporkan oleh Bisnis.

Menurut data Bloomberg, harga emas di pasar spot melemah 0,22% atau 10,29 poin, berada di level US$4.616,29 per troy ounce pada pukul 07.21 WIB. Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS juga terpantau melemah 0,31% atau 14,5 poin, mencapai US$4.621,30 per troy ounce.

Hao Hong, Chief Investment Officer Lotus Asset Management Ltd, menyoroti bahwa pergerakan awal harga emas seringkali menjadi indikator menurunnya kepercayaan terhadap mata uang fiat. “Ketika segala sesuatu diukur dengan emas sebagai tolok ukur, mayoritas aset tampak murah saat ini, sehingga menciptakan dorongan yang sangat kuat bagi komoditas, terutama logam,” jelasnya, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (15/1/2026).

Reli harga emas juga dipercepat oleh aktivitas spekulatif yang tinggi di Tiongkok. Lonjakan volume transaksi di Bursa Berjangka Shanghai sejak akhir Desember, serta total minat terbuka pada enam logam dasar yang mencapai rekor, mengindikasikan kuatnya minat pasar. Selain itu, data perdagangan terbaru Tiongkok yang menunjukkan ekspor melesat, aktivitas pabrik yang sibuk, dan kinerja pasar saham yang impresif, turut memperkuat sinyal ketahanan ekonomi, memberikan dukungan tambahan bagi pasar komoditas.

Ringkasan

Harga buyback emas Antam mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) sebanyak empat kali pada Januari 2026. Pada Kamis (15/1/2026), harga melonjak Rp8.000 mencapai Rp1.521.000 per gram, menjadi rekor ATH keempat berturut-turut dalam empat hari terakhir. Sebagai informasi, transaksi buyback emas di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.

Kenaikan rekor ini terjadi meskipun harga emas di pasar spot global terpantau terkoreksi tipis setelah sehari sebelumnya mencapai rekor tertinggi. Pergerakan harga emas secara global didorong oleh indikasi menurunnya kepercayaan terhadap mata uang fiat dan aktivitas spekulatif yang tinggi di Tiongkok. Data perdagangan Tiongkok yang menunjukkan ekspor melesat dan aktivitas pabrik yang sibuk juga turut mendukung reli komoditas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *