
Shoesmart.co.id JAKARTA. Perdagangan bursa saham Asia dibuka dengan performa yang bervariasi pada Kamis pagi ini. Pukul 08.21 WIB, sejumlah indeks utama di kawasan Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang tidak seragam, mencerminkan sentimen pasar yang campur aduk di tengah berbagai faktor global dan regional.
Secara lebih rinci, indeks Nikkei 225 Jepang tercatat melemah 0,2% menjadi 45.539,15. Senada, indeks Taiex Taiwan turun 0,55% ke level 26.051,58, sementara ASX 200 Australia terkoreksi 0,19% menjadi 8.748,2. Indeks FTSE Straits Times Singapura juga merosot tipis 0,04% ke 4.288,75, dan FTSE Malay KLCI Malaysia melemah 0,20% di posisi 1.596,49. Di sisi lain, sentimen positif terlihat pada Indeks Hang Seng Hong Kong yang dibuka menguat tipis 0,07% ke 26.536,13, serta Kospi Korea Selatan yang naik 0,13% ke 3.476,79.
Kondisi perdagangan yang beragam di pasar Asia-Pasifik ini sebagian besar dipengaruhi oleh gelombang jual yang terus berlanjut pada saham-saham teknologi terkemuka di Wall Street. Para investor memilih untuk melepas kepemilikan mereka pada raksasa teknologi seperti Nvidia dan Oracle selama dua hari berturut-turut, menciptakan sentimen hati-hati di pasar global.
Secara spesifik, saham Nvidia mengalami kemerosotan hampir 1%, memperpanjang tren penurunannya sejak Selasa (23/9/2025). Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran di kalangan investor mengenai sifat siklis industri kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi menimbulkan skeptisisme terhadap valuasi saham-saham di sektor tersebut.
Di tengah dinamika pasar, investor di Hong Kong sebenarnya tengah menantikan pencatatan saham perdana produsen mobil Tiongkok, Chery Automobile, pada hari ini. Namun, agenda penting tersebut dilaporkan telah dibatalkan sebagai dampak dari Topan Super Ragasa yang melanda wilayah tersebut, menambah ketidakpastian lokal.
Sementara itu, pergerakan harga saham berjangka di Amerika Serikat terlihat minim perubahan. Para pelaku pasar masih menanti rilis data klaim pengangguran mingguan yang dijadwalkan pada Kamis. Data ekonomi krusial ini diperkirakan akan menjadi penentu penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran akan pelemahan pasar tenaga kerja dan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terus berlanjut.
Mengakhiri perdagangan semalam di Wall Street, ketiga indeks utama ditutup di zona merah. Indeks S&P 500 terkoreksi 0,28% ke level 6.637,97, sedangkan Nasdaq Composite, yang didominasi saham teknologi, melemah 0,34% menjadi 22.497,86. Demikian pula, Dow Jones Industrial Average mencatat penurunan 0,37%, mengakhiri sesi pada posisi 46.121,28.
Cermati Rekomendasi Saham Pilihan untuk Hari Ini (25/9), IHSG Berpotensi Menguat