Shoesmart.co.id – JAKARTA. Kabar terbaru dari emiten pertambangan Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang berencana untuk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap IV Tahun 2026 dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi sorotan pelaku pasar, yang menantikan detail lebih lanjut mengenai penerbitan obligasi ini.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan BUMI kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 23 Januari 2026, nilai pokok obligasi yang akan diterbitkan mencapai Rp 612,75 miliar. Jumlah ini cukup signifikan dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan.
Menariknya, obligasi ini menawarkan tingkat bunga tetap sebesar 7,25% per tahun dengan tenor selama 3 tahun sejak tanggal emisi. Tingkat bunga yang kompetitif ini diharapkan dapat menarik minat investor yang mencari instrumen investasi dengan imbal hasil yang menarik.
Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan setiap triwulan, dimulai sejak tanggal emisi. Investor yang berminat perlu mencatat bahwa pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 20 Mei 2026, sementara pembayaran bunga terakhir sekaligus pelunasan pokok obligasi akan jatuh tempo pada 20 Februari 2029.
Masa penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap IV Tahun 2026 akan berlangsung dari tanggal 9 hingga 13 Februari 2026. Setelah masa penawaran berakhir, proses penjatahan akan dilaksanakan pada 18 Februari 2026.
Pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi secara elektronik akan dilakukan pada 20 Februari 2026. Selanjutnya, obligasi ini dijadwalkan untuk dicatatkan di BEI pada 23 Februari 2026, sehingga dapat diperdagangkan secara luas oleh investor.
Obligasi BUMI ini telah mendapatkan peringkat idA+ (Single A Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat ini mencerminkan kemampuan BUMI dalam memenuhi kewajiban keuangannya.
Dalam penerbitan obligasi ini, BUMI menggandeng sejumlah perusahaan sekuritas ternama sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Mereka adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT BCA Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, serta PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan bertindak sebagai wali amanat dalam penerbitan obligasi ini.
Lantas, untuk apa dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini? Manajemen BUMI menjelaskan bahwa seluruh dana hasil penerbitan obligasi akan dialokasikan untuk pembayaran dipercepat atas seluruh pokok pinjaman perseroan sebesar US$ 20,45 juta, atau setara dengan Rp 347,34 miliar, kepada Indies Special Opportunities III Ltd dan Indies Special Opportunities IV Ltd. Perhitungan ini menggunakan asumsi kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada 21 Januari 2026 sebesar Rp 16.981 per dolar AS.
“Sisanya akan digunakan untuk modal kerja perusahaan,” tulis manajemen BUMI dalam keterbukaan informasi. Modal kerja ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional BUMI sehari-hari, yang mencakup berbagai aspek seperti biaya gaji dan tunjangan karyawan, biaya jasa profesional, biaya pajak, serta biaya keuangan. Dengan demikian, penerbitan obligasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan BUMI dan mendukung kelancaran operasional perusahaan.
Ringkasan
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp 612,75 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,25% per tahun dan tenor 3 tahun. Masa penawaran umum obligasi ini berlangsung dari 9 hingga 13 Februari 2026, dengan pembayaran bunga triwulanan dimulai 20 Mei 2026 dan pelunasan pada 20 Februari 2029. Obligasi ini mendapatkan peringkat idA+ dari Pefindo.
Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembayaran dipercepat pinjaman sebesar US$ 20,45 juta kepada Indies Special Opportunities III Ltd dan Indies Special Opportunities IV Ltd. Sisa dana akan dialokasikan untuk modal kerja perusahaan, mendukung operasional sehari-hari seperti biaya gaji, jasa profesional, pajak, dan biaya keuangan. Beberapa perusahaan sekuritas ternama bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi, sementara BRI menjadi wali amanat.