Shoesmart.co.id, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 berhasil ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (11/11/2025), mencapai level 547,47. Kenaikan ini ditopang oleh kinerja cemerlang beberapa saham konstituen, salah satunya adalah saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang melonjak signifikan.
Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks yang merupakan hasil kolaborasi antara BEI dengan harian Bisnis Indonesia ini mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,03%, mengakhiri sesi di posisi 547,47. Sepanjang perdagangan, Indeks Bisnis-27 bergerak dinamis, mencapai titik terendah 544,23 saat penutupan dan sempat menyentuh level tertinggi 551,63. Dari total 27 konstituen, sembilan saham berhasil menguat, 14 saham melemah, dan empat saham lainnya stagnan.
Performa paling memukau datang dari saham BUMI, yang menjadi primadona di antara konstituen Indeks Bisnis-27 dengan lonjakan fantastis mencapai 32% pada penutupan perdagangan hari ini. Selain BUMI, sejumlah saham lainnya turut berkontribusi pada penguatan indeks. Di antaranya adalah PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang naik 3,62%, PT Astra Internasional Tbk. (ASII) dengan kenaikan 1,56%, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang menguat 1,35%. Saham lain yang juga menanjak adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) sebesar 1,72%, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) 1,18%, PT Mitra Keluarga Karya Tbk. (MIKA) 3,6%, PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) 2,33%, serta PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang naik tipis 0,27%.
Namun, tidak semua konstituen mampu mempertahankan momentum positif. Sejumlah saham besar terpantau melemah. Di sektor perbankan, saham bank jumbo seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) harus turun 2,03%, diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) yang melemah 1,02%, dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) turun 1,06%. Penurunan juga dialami oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) sebesar 0,51%, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) 1,59%, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) 1,03%.
Daftar saham yang terkoreksi semakin panjang dengan adanya PT Barito Pasifik Tbk. (BRPT) yang turun 1,67%, PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) 0,59%, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) 2,22%, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) 0,7%. Selain itu, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) mencatatkan penurunan signifikan 4,93%, diikuti oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) 3,04%, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) 1,35%, serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) yang melemah 1,19%.
Sementara itu, empat saham di Indeks Bisnis-27 terpantau stagnan tanpa perubahan harga berarti. Saham-saham tersebut meliputi PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA).
Berbeda nasib dengan Indeks Bisnis-27 yang menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru harus menutup perdagangan dengan pelemahan. IHSG terpantau turun sebesar 0,29% dan parkir di level 8.366,51. Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar modal yang kompleks, di mana indeks sektoral dan konstituen tertentu mampu bergerak melawan arus utama.
Pada penutupan perdagangan, IHSG mencatatkan total nilai transaksi yang mencapai Rp27,47 triliun, dengan volume transaksi sebanyak 69,66 miliar lembar saham, serta frekuensi transaksi mencapai 3,08 juta kali. Total market cap pasar modal Indonesia pada hari ini tercatat sebesar Rp15.261 triliun.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
Indeks Bisnis-27 ditutup menguat tipis pada 11 November 2025, didorong oleh performa gemilang beberapa saham, terutama saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang melonjak 32%. Selain BUMI, beberapa saham lain seperti ADMR, ASII, dan INKP juga turut berkontribusi pada penguatan indeks.
Namun, IHSG justru melemah, mencerminkan dinamika pasar modal yang kompleks. Beberapa saham bank besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI mengalami penurunan, bersama dengan saham-saham lainnya seperti ADRO, AMRT, dan ANTM. Nilai transaksi IHSG mencapai Rp27,47 triliun dengan market cap pasar modal Indonesia sebesar Rp15.261 triliun.