BUMI Terbang Tinggi: Analisa Teknikal & Rekomendasi Saham Terbaru

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten pertambangan batubara yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Grup Salim, kian menjadi sorotan tajam di kalangan pelaku pasar belakangan ini.

Di awal perdagangan hari ini, tepatnya pukul 09:30 WIB, harga saham BUMI melonjak ke level Rp 480 per saham, mencatatkan penguatan impresif sebesar 3,45% dari perdagangan sebelumnya. Lebih jauh lagi, dalam rentang waktu sebulan terakhir, kinerja saham ini sungguh mencengangkan dengan apresiasi mencapai sekitar 94,17%.

Herditya Wicaksana, selaku Head of Retail Research MNC Sekuritas, mengamati bahwa secara teknikal, pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih kukuh berada dalam tren kenaikan. Dominasi volume pembelian yang kuat pada perdagangan pagi ini turut menopang sentimen positif tersebut.

“Indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) saat ini masih menunjukkan sinyal positif di area beli. Namun, investor perlu mencermati histogram yang belum membentuk Higher High (HH) baru, sementara indikator Stochastic telah cenderung masuk ke area overbought,” jelas Herditya kepada Kontan pada Selasa (6/1/2026).

Berdasarkan analisisnya, Herditya menetapkan level support saham BUMI pada Rp 448 dan level resistance pada Rp 476. Dengan prospek yang ada, ia merekomendasikan strategi trading buy untuk saham BUMI, dengan target harga optimis di kisaran Rp 486 hingga Rp 498 per saham.

Selain kinerja pasar yang memukau, BUMI juga terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui aksi korporasi strategis. Perseroan baru-baru ini mengumumkan rampungnya proses akuisisi lanjutan terhadap Jubilee Metals Limited (JML), menandai langkah penting dalam diversifikasi usahanya.

Jubilee Metals Limited (JML) sendiri dikenal sebagai perusahaan pertambangan yang secara khusus berfokus pada komoditas emas, dengan area operasinya terpusat di Northern Queensland, Australia.

Transaksi akuisisi ini melibatkan pengambilan bagian atas 3.312.632 saham baru yang diterbitkan oleh JML. Penuntasan transaksi terjadi pada 18 Desember 2025, dengan total nilai mencapai AUD 31.470.004, atau setara dengan Rp 346,93 miliar.

Dengan rampungnya kesepakatan ini, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kini resmi memegang kendali mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 64,98% di Jubilee Metals Limited.

Langkah strategis akuisisi JML ini sejalan dengan visi diversifikasi jangka panjang BUMI. Perseroan menargetkan komposisi EBITDA terkonsolidasi sebesar 50:50 antara bisnis batubara termal dan aset non-batubara termal pada tahun 2031, menegaskan komitmennya untuk pertumbuhan yang lebih seimbang dan berkelanjutan di masa depan.

Ringkasan

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi sorotan karena melonjak 3,45% ke Rp 480 per saham hari ini, dengan apresiasi 94,17% dalam sebulan terakhir. Analisis teknikal menunjukkan saham BUMI masih dalam tren naik dengan volume pembelian kuat, meskipun indikator Stochastic telah masuk area overbought. Rekomendasi “trading buy” diberikan untuk BUMI dengan target harga Rp 486-Rp 498, serta level support Rp 448 dan resistance Rp 476.

Selain kinerja pasar, BUMI juga memperkuat fondasi bisnisnya melalui akuisisi lanjutan Jubilee Metals Limited (JML), sebuah perusahaan tambang emas di Australia. Transaksi senilai AUD 31,47 juta ini rampung pada 18 Desember 2025, menjadikan BUMI pemegang saham mayoritas dengan 64,98% kepemilikan di JML. Akuisisi strategis ini bertujuan untuk diversifikasi, dengan target komposisi EBITDA 50:50 antara bisnis batubara dan non-batubara pada tahun 2031.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *