PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kepemilikan rumah di Indonesia. Sejak tahun 1976 hingga Desember 2025, bank ini telah menyalurkan 5,97 juta unit kredit perumahan, dengan total nilai mencapai Rp 555,11 triliun, yang mayoritasnya mengalir ke segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa BBTN memiliki sejarah panjang dan peran strategis yang krusial dalam pembangunan perumahan di Indonesia. Lahir kembali sebagai bank nasional pada 9 Februari 1950, BTN terus membuktikan komitmennya. Tonggak penting terjadi pada tahun 1976, saat BBTN menyalurkan KPR pertama di Indonesia. “Sejak saat itu, pembiayaan perumahan menjadi DNA perseroan,” ujar Nixon di Jakarta, Selasa (17/2).
Secara rinci, penyaluran KPR subsidi oleh BTN mencapai 4,4 juta unit dengan nilai Rp 300,99 triliun. Dari jumlah tersebut, KPR subsidi konvensional mendominasi dengan 4,06 juta unit senilai Rp 258,27 triliun, diikuti oleh KPR subsidi syariah sebanyak 338.097 unit dengan plafon Rp 42,72 triliun.
Tidak hanya fokus pada KPR subsidi, BBTN juga aktif dalam pembiayaan rumah nonsubsidi. Tercatat, 1,3 juta unit rumah senilai Rp 218,57 triliun telah disalurkan ke segmen ini. Angka tersebut terdiri dari KPR nonsubsidi konvensional sebanyak 1,18 juta unit senilai Rp 191,46 triliun dan KPR nonsubsidi syariah sebanyak 125.410 unit dengan nilai Rp 27,1 triliun.
Selain KPR, BTN juga menyediakan Kredit Agunan Rumah (KAR) dan Kredit Bangun Rumah (KBR), yang secara total mencapai 262.876 unit dengan nilai Rp 35,5 triliun. Capaian ini semakin mempertegas peran BBTN dalam mewujudkan impian masyarakat Indonesia untuk memiliki hunian.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI), Joko Suranto, mengakui bahwa BBTN telah menjadi pilar utama dalam pembiayaan perumahan nasional. Selama 76 tahun, BBTN dinilai konsisten dalam melayani masyarakat dan mewujudkan hunian impian, tidak hanya bagi konsumen tetapi juga bagi para pelaku usaha penyedia perumahan.
“Sebagai bank terkemuka di industri perumahan, BTN telah melayani masyarakat dalam mewujudkan hunian impian, termasuk memberikan pembiayaan kepada para pelaku penyedia perumahan,” kata Joko. Lebih lanjut, Joko melihat kontribusi nyata BBTN dalam menopang ekosistem sektor properti. Dukungan pembiayaan yang berkelanjutan ini menjaga roda industri perumahan tetap berputar dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Transformasi yang dilakukan BTN dalam meningkatkan kualitas layanan juga dinilai positif dan diyakini akan memperkuat peran BBTN di masa depan, sekaligus mendorong kontribusi yang lebih besar terhadap ekonomi nasional.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Junaidi Abdillah, menambahkan bahwa peran BBTN semakin krusial dalam mendukung program 3 juta rumah pemerintah. Mayoritas pembiayaan perumahan subsidi masih mengandalkan BBTN, baik untuk konsumen maupun pengembang.
“Peran perbankan sangat vital, bukan hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga membantu pengembang menjaga arus kas agar usaha berkelanjutan,” pungkas Junaidi, menandaskan pentingnya peran BBTN dalam ekosistem perumahan nasional.
Ringkasan
Sejak tahun 1976 hingga Desember 2025, BTN telah menyalurkan 5,97 juta unit kredit perumahan dengan total nilai Rp 555,11 triliun, yang didominasi oleh KPR subsidi sebanyak 4,4 juta unit senilai Rp 300,99 triliun. Bank ini tidak hanya fokus pada KPR subsidi, tetapi juga aktif dalam pembiayaan rumah nonsubsidi, mencapai 1,3 juta unit rumah senilai Rp 218,57 triliun.
Selain KPR, BTN juga menyediakan Kredit Agunan Rumah (KAR) dan Kredit Bangun Rumah (KBR), yang secara total mencapai 262.876 unit dengan nilai Rp 35,5 triliun. Para pemangku kepentingan seperti REI dan Apersi mengakui peran vital BTN dalam pembiayaan perumahan nasional, mendukung program pemerintah dan menopang ekosistem sektor properti.