Shoesmart.co.id – Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI)! Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,51 triliun. Jumlah ini setara dengan 20% dari total laba bersih BSI pada tahun buku 2023. Artinya, setiap lembar saham BRIS akan menerima dividen sebesar Rp32,81.
Peningkatan dividen ini cukup signifikan, mencapai 44% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, dividen tunai tahun lalu ditetapkan sebesar 15% dari laba bersih, atau senilai Rp1,05 triliun, dengan dividen per lembar saham sekitar Rp22,78. Kenaikan ini tentu menjadi angin segar bagi para investor BSI.
Lantas, siapa saja yang berhak menerima dividen ini? Pemegang saham yang berhak adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan (DPS) pada tanggal yang akan ditentukan. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pembagian dividen akan segera diumumkan oleh manajemen BSI. Jadi, pantau terus informasinya!
Keberhasilan BSI membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun pada tahun 2023 menjadi dasar kuat pembagian dividen ini. Dari total laba tersebut, 80% atau sekitar Rp6,05 triliun dialokasikan sebagai saldo laba ditahan. Moncernya kinerja BSI ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain ekspansi pembiayaan yang sehat, peningkatan dana murah, serta akselerasi digital yang mendorong efisiensi dan perluasan layanan kepada nasabah.
Gaya Hidup Finansial Gen Z: Mengapa Super App BYOND BSI Kini Jadi Andalan?
Menurut Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, fundamental yang kuat telah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BSI. Hal ini terbukti dari peningkatan jumlah nasabah yang mencapai lebih dari 2 juta orang pada tahun 2023, sehingga total nasabah BSI mencapai 23 juta pada akhir tahun. Pertumbuhan yang solid ini menunjukkan BSI semakin dipercaya dan relevan bagi masyarakat Indonesia.
Anggoro juga menekankan bahwa kebijakan dividen ini dijalankan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara memberikan keuntungan optimal kepada pemegang saham dan menjaga kekuatan permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis di masa depan. “Kami adalah bank syariah yang terus tumbuh, terlebih setelah memiliki dual licence sebagai bank syariah dan juga bullion bank,” ujarnya.
Dengan strategi yang matang, BSI optimis dapat terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri perbankan syariah nasional. Lebih dari itu, BSI juga berambisi menjadi motor penggerak ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
Ringkasan
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,51 triliun, setara dengan 20% dari laba bersih tahun buku 2023. Setiap lembar saham BRIS akan menerima dividen sebesar Rp32,81, meningkat 44% dibandingkan tahun sebelumnya. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan (DPS) pada tanggal yang ditentukan.
Pembagian dividen ini didasari oleh laba bersih BSI tahun 2023 yang mencapai Rp7,57 triliun. Keberhasilan ini didukung oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan dana murah, dan akselerasi digital. BSI optimis dapat terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri perbankan syariah dan menjadi motor penggerak ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.