BRMS 2026: Prospek Saham Bumi Resources Minerals, Layak Beli?

Shoesmart.co.id, JAKARTA – Kinerja keuangan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diramalkan akan mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2026. Proyeksi positif ini didorong oleh prospek cerah harga emas global yang diperkirakan akan terus menguat.

Harry Su, Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, meyakini bahwa performa BRMS pada kuartal I-2026 akan memuaskan. Keyakinan ini didasari oleh tren harga emas yang sedang kuat, meskipun saat ini emiten tersebut sedang mengalami sedikit tekanan (push back).

“Kenaikan harga emas yang terjadi saat ini akan secara langsung mendongkrak kinerja BRMS, mengingat sistem penjualan yang mereka terapkan adalah secara on-the-spot,” ujar Harry kepada Kontan, Selasa (10/3/2026).

Lebih lanjut, Harry menjelaskan bahwa tantangan yang sedang dihadapi BRMS adalah adanya push back yang diperkirakan berlangsung hingga April 2026. Namun, ia optimis bahwa persediaan (inventory) yang dimiliki BRMS saat ini cukup memadai untuk mengatasi kendala tersebut hingga periode push back berakhir.

Intip Rekomendasi Saham Emiten Grup Alamtri Saat Harga Batubara & Aluminium Naik

Secara umum, sentimen yang perlu diperhatikan oleh para investor adalah perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel menciptakan ketidakpastian di pasar. Akibatnya, banyak pelaku pasar yang memilih untuk mengoleksi emas sebagai aset safe haven,” jelas Harry.

Sementara itu, Analis UBS Sekuritas Indonesia, Igor Putra, mengungkapkan bahwa BRMS saat ini fokus pada pencapaian keunggulan operasional dengan meningkatkan produksi untuk mencapai target yang telah ditetapkan untuk periode 2025-2029. Hal ini terungkap saat UBS menjamu manajemen BRMS dalam acara OneASEAN Summit di Singapura pada tanggal 4-5 Maret 2026.

BRMS juga berencana meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan bijih dari 500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari. Peningkatan ini sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan diharapkan selesai pada Oktober 2026. Selain itu, kegiatan pengeboran juga terus dilakukan di proyek tembaga Gorontalo Minerals (GM).

Penambangan emas bawah tanah dijadwalkan akan rampung pada pertengahan tahun 2027. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pada semester kedua tahun 2027, mengingat kadar emas yang lebih tinggi, yaitu mencapai 4,9 gram per ton (g/t), dibandingkan dengan kadar saat ini yang hanya 1,5 g/t.

“BRMS juga telah mengantongi studi kelayakan, izin operasi, dan izin lingkungan untuk aset-aset utamanya, kecuali izin produksi untuk aset Linge,” terang Igor dalam risetnya pada 5 Maret 2026.

BRMS Chart by TradingView

Igor memproyeksikan pendapatan dan laba bersih BRMS pada tahun 2026 masing-masing mencapai US$ 379 juta dan US$ 127 juta. Pada tahun 2025, pendapatan dan laba bersih diperkirakan mencapai US$ 238 juta dan US$ 51 juta. Sementara itu, pada tahun 2024, BRMS berhasil mencatatkan pendapatan sebesar US$ 162 juta dan laba bersih sebesar US$ 24 juta.

Igor merekomendasikan netral untuk saham BRMS dengan target harga Rp 1.200 per saham. Sementara itu, Harry Su merekomendasikan Buy saham BRMS dengan target harga Rp 1.300 per saham.

Ringkasan

Kinerja keuangan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diproyeksikan meningkat signifikan pada tahun 2026, didorong oleh prospek harga emas global yang kuat. Samuel Sekuritas Indonesia merekomendasikan beli saham BRMS dengan target harga Rp 1.300 per saham, meyakini performa kuartal I-2026 akan memuaskan meski ada tekanan jangka pendek. Sentimen geopolitik di Timur Tengah juga berperan dalam mendorong harga emas sebagai aset safe haven.

UBS Sekuritas Indonesia menyoroti fokus BRMS pada peningkatan operasional untuk mencapai target produksi 2025-2029, termasuk peningkatan kapasitas pabrik pengolahan bijih dan kegiatan pengeboran di proyek tembaga Gorontalo Minerals. Penambangan emas bawah tanah diharapkan selesai pertengahan 2027, meningkatkan produksi dengan kadar emas yang lebih tinggi. UBS Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi netral dengan target harga Rp 1.200 per saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *