JAKARTA, KONTAN.CO.ID – Guna mempererat hubungan ekonomi bilateral, British Chamber of Commerce (BritCham) Indonesia bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memimpin forum investasi yang mempertemukan pelaku usaha Inggris dan Indonesia. UK-Indonesia Business Investment Forum ini berlangsung di London pada Senin, 20 Januari 2026, sebagai wujud dukungan terhadap implementasi UK-Indonesia Strategic Partnership (SP) dan Economic Growth Partnership (EGP).
Bertempat di Lancaster House, forum ini menjadi istimewa dengan kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Wakil Perdana Menteri Inggris, David Lammy. Kehadiran para pemimpin negara ini menegaskan betapa strategisnya peran sektor swasta dalam menumbuhkan hubungan ekonomi yang lebih kokoh antara Indonesia dan Inggris.
Forum investasi ini dipimpin oleh Ketua Dewan Penasihat BritCham Indonesia, Donny Donosepoetro OBE, dan diikuti oleh sejumlah perusahaan anggota BritCham Indonesia yang memiliki reputasi global. Di antaranya adalah Standard Chartered, HSBC, bp, Babcock, Airbus, Mott MacDonald, Arup, dan GE Vernova. Selain itu, perusahaan-perusahaan terkemuka Inggris lainnya seperti Thales UK dan BAE Systems juga turut serta dalam forum ini.
Dari pihak Indonesia, Kadin Indonesia menjadi wadah representasi bagi komunitas bisnis tanah air, dengan partisipasi perusahaan-perusahaan nasional seperti Danantara, Bumi Resources, Medco, Emtek, APINDO, Lippo Group, Sampoerna, Djarum, dan Sinarmas. Kehadiran perwakilan dari berbagai sektor ini mencerminkan cakupan kerja sama yang luas, mulai dari energi dan energi terbarukan, hingga kedirgantaraan dan pertahanan, infrastruktur, dan manufaktur berteknologi tinggi.
Presiden Prabowo, didampingi oleh jajaran Kabinet Merah Putih, secara langsung menanggapi berbagai masukan dari para pelaku usaha terkait prospek investasi, prioritas regulasi, serta isu-isu sektoral yang relevan. Sesi dialog interaktif ini menjadi wadah yang efektif untuk menyampaikan pandangan industri serta menjajaki peluang konkret di bidang perdagangan, teknologi, pengembangan industri, serta investasi jangka panjang.
Donny Donosepoetro OBE, Ketua Dewan Penasihat BritCham Indonesia, menyampaikan bahwa pernyataan bersama antara BritCham dan Kadin Indonesia untuk mendukung implementasi EGP serta pembentukan perdana UK–Indonesia High-Level Business Council mencerminkan keyakinan kuat dunia usaha Inggris terhadap potensi besar perekonomian Indonesia.
“Forum ini sukses mempertemukan para pemimpin bisnis Indonesia dan Inggris dalam diskusi yang terbuka dan konstruktif. BritCham Indonesia bangga dapat memimpin forum penting ini guna mendukung penguatan kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara,” ungkap Donny dalam keterangan resminya, Kamis (22/1/2026).
Senada dengan hal tersebut, Ketua BritCham Indonesia, Ian Betts, menambahkan bahwa peluncuran UK–Indonesia Economic Growth Partnership semakin memperkuat kerangka kerja sama dalam bidang perdagangan, investasi, dan regulasi. Kemitraan ini, menurutnya, menjadi sinyal kuat atas komitmen bersama untuk menciptakan iklim usaha yang transparan dan kondusif bagi investasi jangka panjang.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyambut baik penandatanganan UK-Indonesia Strategic Partnership yang memperkokoh landasan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan inovasi. “Kami menantikan kolaborasi erat dengan BritCham dan para pemangku kepentingan Inggris untuk menerjemahkan momentum ini menjadi kerja sama yang konkret dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujarnya.
BritCham Indonesia dan Kadin Indonesia juga menyoroti potensi besar dalam penguatan hubungan ekonomi bilateral. Hal ini didasari oleh data yang menunjukkan nilai perdagangan Inggris–Indonesia mencapai US$ 2,78 miliar pada tahun 2024, serta realisasi investasi Inggris di Indonesia sebesar US$ 402,6 juta hingga kuartal III-2025.
Economic Growth Partnership sendiri ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle. Kemitraan strategis ini menargetkan pendalaman kerja sama di berbagai sektor kunci, termasuk energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur dan transportasi, serta pendidikan dan kesehatan. Tujuannya adalah untuk mendorong ekspor, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan investasi dua arah antara Indonesia dan Inggris.
Ringkasan
British Chamber of Commerce (BritCham) Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memimpin forum investasi di London, mempertemukan pelaku usaha Inggris dan Indonesia. Forum ini mendukung implementasi UK-Indonesia Strategic Partnership (SP) dan Economic Growth Partnership (EGP), serta dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia dan Wakil Perdana Menteri Inggris.
Forum ini menjadi wadah bagi perusahaan-perusahaan terkemuka dari kedua negara untuk berdiskusi tentang peluang investasi di berbagai sektor, termasuk energi, kedirgantaraan, infrastruktur, dan manufaktur berteknologi tinggi. BritCham dan Kadin menekankan potensi besar dalam penguatan hubungan ekonomi bilateral, dengan nilai perdagangan Inggris-Indonesia mencapai US$ 2,78 miliar pada tahun 2024 dan investasi Inggris sebesar US$ 402,6 juta hingga kuartal III-2025.