BRI Beraksi! 64 Ton Sampah Sungai Bali Dibersihkan di 2025

BRI Peduli, melalui inisiatif unggulan “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan”, kembali menggerakkan semangat generasi muda untuk turut serta dalam aktivasi bersih-bersih sungai dan edukasi lingkungan. Kali ini, fokus kegiatan berpusat di Tukad Badung, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Bali, bertepatan dengan momentum penting Hari Sungai Sedunia yang dirayakan setiap Minggu keempat di bulan September.

Gerakan ini tak sekadar membersihkan Tukad Badung, yang merupakan bagian vital dari kawasan konservasi mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Bali. Lebih dari itu, kegiatan ini juga mengintegrasikan edukasi komprehensif mengenai pentingnya kebersihan dan pemasangan penghalang sampah (trash barriers) sebagai upaya strategis untuk mencegah limbah kembali mencemari aliran sungai.

Dhanny, Corporate Secretary BRI, menegaskan bahwa peringatan Hari Sungai Sedunia bukan hanya sekadar acara seremonial. Baginya, ini adalah titik balik krusial untuk membangun dan memperkuat kesadaran kolektif, khususnya di kalangan generasi muda, akan tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini tidak semata bertujuan mengurangi timbunan sampah di aliran sungai, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang betapa vitalnya menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya alam kita yang berharga,” ungkapnya, menggarisbawahi visi jangka panjang dari program ini.

Selain aksi pembersihan, edukasi pilah sampah menjadi langkah esensial dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, terutama dalam konteks pengelolaan sungai yang berkelanjutan.

Sampah organik yang telah dipilah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti bahan baku pupuk kompos, tambahan pakan ternak, mendukung urban farming, bahkan diolah menjadi biogas. Sementara itu, sampah anorganik akan dicacah menggunakan alat khusus dan hasilnya kemudian dijual kepada pengepul sampah, menciptakan siklus ekonomi sirkular yang bermanfaat.

Dhanny melanjutkan, program BRI Peduli “Jaga Sungai Jaga Kehidupan” yang telah berjalan sejak 2020 ini telah berhasil merevitalisasi lebih dari 100 sungai di berbagai wilayah di Indonesia. Proses pembersihan sungai-sungai ini juga dilakukan secara rutin melalui pemberdayaan masyarakat lokal berbasis padat karya, menciptakan dampak positif ganda bagi lingkungan dan ekonomi.

Dalam implementasinya, BRI tidak bekerja sendiri. Mereka menjalin kolaborasi erat dengan Yayasan Sungai Watch Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi tinggi untuk melindungi dan menjaga kebersihan sungai-sungai di Indonesia dari ancaman pencemaran, khususnya sampah plastik yang kian masif.

Kolaborasi strategis antara BRI dan Sungai Watch telah mencatat sejumlah pencapaian signifikan. Di antaranya, berhasil memasang 18 trash barriers di Tukad Badung Denpasar dan mengumpulkan total 64.480 kg sampah anorganik. Kegiatan pengumpulan dan pembersihan yang masif di sungai tersebut telah melibatkan partisipasi aktif 2.221 warga maupun relawan, serta menghasilkan potensi reduksi karbon sebesar 193,27 Ton CO2e, menunjukkan kontribusi nyata terhadap mitigasi perubahan iklim.

Sejak didirikan pada tahun 2020, Sungai Watch sendiri telah gigih berupaya memasang 381 trash barriers di 11 wilayah di seluruh Indonesia. Dengan pendekatan berbasis komunitas yang kuat, Sungai Watch bekerja sama langsung dengan masyarakat lokal untuk tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga mengedukasi pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta memberdayakan mereka melalui program padat karya.

”Melalui momentum Hari Sungai Sedunia ini, BRI menegaskan komitmennya yang tak tergoyahkan untuk terus berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program-program nyata yang melibatkan secara langsung generasi muda dan seluruh elemen masyarakat. BRI percaya, sungai yang bersih dan terjaga akan menjadi warisan berharga tak ternilai bagi generasi mendatang sekaligus fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutup Dhanny.

Menjaga sungai berarti menjaga masa depan kehidupan. Setiap upaya kecil, seperti tidak membuang sampah ke sungai, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga turut serta dalam aksi bersih sungai, merupakan langkah konkret dan esensial dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan melestarikan bumi kita untuk generasi yang akan datang.

Ringkasan

BRI melalui program “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan” membersihkan Tukad Badung di Bali, bertepatan dengan Hari Sungai Sedunia. Kegiatan ini meliputi pembersihan sungai, edukasi kebersihan, dan pemasangan penghalang sampah. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BRI untuk merevitalisasi sungai di Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Sejak 2020, BRI telah merevitalisasi lebih dari 100 sungai dengan memberdayakan masyarakat lokal. Bekerja sama dengan Yayasan Sungai Watch Indonesia, BRI telah memasang 18 trash barriers dan mengumpulkan 64.480 kg sampah anorganik di Tukad Badung. Upaya ini melibatkan ribuan warga dan relawan serta berpotensi mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *