Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengumumkan telah merampungkan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback). Langkah ini menandai komitmen perseroan dalam meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
Okki Rushartomo, Corporate Secretary Bank Negara Indonesia (BNI), menyampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 20 Februari 2026, bahwa BNI telah menyelesaikan program buyback saham dengan total 16.377.700 lembar saham yang berhasil dibeli kembali.
Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari keterbukaan informasi BBNI yang telah disampaikan sebelumnya, yaitu pada tanggal 4 dan 17 Februari 2025, serta hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada 26 Maret 2025. Dalam RUPS tersebut, para pemegang saham menyetujui program pembelian kembali saham dengan alokasi dana maksimal Rp 1,5 triliun, termasuk seluruh biaya terkait. Persetujuan ini juga telah mempertimbangkan perizinan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pelaksanaan buyback saham ini, menurut Okki, tidak akan berdampak signifikan terhadap kegiatan usaha maupun pertumbuhan BNI secara keseluruhan. Pasalnya, BNI memiliki struktur permodalan yang kuat dan arus kas yang sehat, sehingga mampu menjalankan seluruh kegiatan operasional dan pengembangan usaha, termasuk melaksanakan program buyback saham.
Lebih lanjut, Okki menegaskan bahwa aksi buyback saham BBNI ini tidak mengurangi kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan. Hal ini tercermin dari valuasi saham BNI yang tetap terjaga, bahkan menunjukkan peningkatan. “Price to book value (PBV) BNI meningkat dari 0,98x pada 26 Maret 2025, saat persetujuan buyback diperoleh dalam RUPS Tahunan, menjadi 1,01x pada posisi 4 Februari 2026,” jelasnya dalam keterbukaan informasi tersebut.
Senada dengan hal tersebut, harga saham BBNI juga mengalami kenaikan, dari Rp 4.250 per saham menjadi Rp 4.630 per saham pada periode yang sama. Setelah menyelesaikan program buyback, BNI berencana untuk mengalihkan saham hasil pembelian kembali (treasury stock) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengalihan ini merupakan implementasi dari sistem remunerasi berbasis kinerja, yang diharapkan dapat memotivasi karyawan untuk terus meningkatkan performa.
Sebagai informasi tambahan, dalam RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada 26 Maret 2025, BNI telah menyetujui tujuan pengalihan saham hasil buyback yang disimpan sebagai saham treasuri. Saham-saham ini akan dialokasikan melalui program kepemilikan saham pegawai (ESOP), program kepemilikan saham direksi dan dewan komisaris, serta pengalihan lainnya yang telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ringkasan
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) telah menyelesaikan program pembelian kembali saham (buyback) sebanyak 16.377.700 lembar saham. Keputusan ini disetujui dalam RUPS Tahunan pada 26 Maret 2025 dengan alokasi dana maksimal Rp 1,5 triliun. Buyback ini tidak berdampak signifikan pada kegiatan usaha BNI karena struktur permodalan yang kuat.
Menurut BNI, buyback saham ini meningkatkan Price to Book Value (PBV) dari 0,98x menjadi 1,01x dan harga saham dari Rp 4.250 menjadi Rp 4.630. Saham hasil buyback akan dialihkan sebagai saham treasuri melalui program ESOP dan kepemilikan saham direksi/dewan komisaris, serta pengalihan lainnya yang disetujui OJK.