Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan perlakuan khusus bagi Inpex Masela Ltd, sebuah langkah strategis untuk menghidupkan kembali Proyek Strategis Nasional (PSN) Onshore LNG Abadi Blok Masela di Maluku. Proyek bernilai investasi US$ 20,9 miliar ini, yang telah mengalami stagnasi sejak 1998 akibat berbagai kendala internal, kini menjadi fokus utama pemerintah.
“Jadi, saya akan perlakukan mereka (Inpex) sebagai investor spesial,” tegas Purbaya seusai mengikuti sidang Satgas Debottlenecking di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada hari Selasa (24/2). Pernyataan ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah untuk mempercepat realisasi proyek yang tertunda lama ini.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa segala permasalahan yang mungkin timbul dalam proyek tersebut dapat segera dilaporkan kepada Satgas Debottlenecking, sebuah wadah yang beranggotakan perwakilan dari berbagai instansi pemerintah. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi dan penyelesaian masalah secara efektif.
Baca juga:
* Kepada Investor, Purbaya Janji Bereskan Hambatan di Proyek LNG Blok Masela
* Fitch Beri Peringkat BBB untuk Rencana Obligasi RI Berdenominasi Euro dan Yuan
* Apakah Dana Nasabah Bank Jambi yang Raib Dijamin LPS? Ini Kata Anggito
Hasil dari rapat debottlenecking hari itu menyepakati kelanjutan proses perencanaan teknis awal atau front end engineering design (FEED) proyek. Purbaya juga menargetkan groundbreaking kedua akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri 2026. Pemerintah, ujarnya, akan secara berkala memantau perkembangan proyek ini.
Menkeu mengakui bahwa proyek ini telah lama berjalan, namun terhambat oleh lambatnya proses perizinan dan masalah lainnya. “Sebetulnya sudah lama kan proyek ini. Sebelumnya tuh keluarnya lambat sekali, izin segala macam,” ungkapnya.
Purbaya mengundang para investor untuk secara rutin melaporkan kendala yang dihadapi kepada satgas. “Kalau ada hambatan datangnya ke sini (satgas), diberesinnya di sini. Ini kan perwakilan pemerintah semua ya,” imbuhnya, meyakinkan para investor akan dukungan penuh dari pemerintah.
Dengan target proyek dapat beroperasi pada tahun 2029, Purbaya menegaskan komitmennya untuk menghilangkan segala hambatan dari sisi pemerintah. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mensukseskan proyek strategis ini.
Sidang tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk President Director Indonesia Inpex Masela, Kenji Hasegawa; Project Director Inpex Masela, Jarrad Blinco; Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi; dan presiden direktur Petronas Indonesia.
Selain itu, hadir pula Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, serta perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ATR, dan Kementerian Kehutanan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan pentingnya proyek Blok Masela bagi berbagai sektor dan komitmen bersama untuk mewujudkannya.
Ringkasan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan perlakuan khusus bagi Inpex Masela Ltd untuk menghidupkan kembali Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Blok Masela di Maluku. Proyek senilai US$ 20,9 miliar ini akan dipantau secara berkala dan segala permasalahan dapat dilaporkan kepada Satgas Debottlenecking untuk penyelesaian yang efektif.
Pemerintah menargetkan groundbreaking kedua akan dilaksanakan setelah Idulfitri 2026 dan proyek dapat beroperasi pada tahun 2029. Purbaya menekankan komitmen pemerintah untuk menghilangkan hambatan perizinan dan masalah lainnya, serta mengundang investor untuk melaporkan kendala yang dihadapi kepada satgas.