Shoesmart.co.id JAKARTA. Teknologi blockchain kini bertransformasi. Lebih dari sekadar instrumen investasi kripto, blockchain menjelma menjadi fondasi infrastruktur sistem keuangan modern.
Pergeseran ini ditandai dengan adopsi teknologi distributed ledger yang semakin meluas, penggunaan mekanisme konsensus yang lebih canggih, serta pemanfaatan smart contract dalam membangun sistem keuangan digital yang lebih transparan dan efisien.
Para pelaku industri melihat blockchain kini sebagai lapisan teknologi krusial yang menopang berbagai inovasi layanan keuangan. Ini mencakup stablecoin hingga tokenisasi aset dunia nyata atau Real-World Assets (RWA).
Model tokenisasi RWA ini memungkinkan representasi digital aset konvensional di jaringan blockchain. Hasilnya adalah peningkatan efisiensi transaksi, transparansi yang lebih baik, dan aksesibilitas yang lebih luas bagi para pelaku pasar.
Kebutuhan Talenta Digital Terus Meningkat, Indosat Kembali Gelar ID Camp
Febi Mettasari, Co-Founder PIVY, menjelaskan bahwa perkembangan pesat teknologi blockchain telah merambah ke berbagai use case di sektor keuangan digital. Pemahaman mendalam tentang desain sistem blockchain menjadi sangat penting. Tujuannya agar talenta teknologi lokal tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berperan sebagai pengembang dan arsitek ekosistem digital di masa depan.
Dari sudut pandang tata kelola industri, regulasi memegang peranan krusial dalam memastikan perkembangan teknologi ini tetap sejalan dengan stabilitas sistem keuangan.
Fayza Nur M, Public Policy & Government Relations ABI, berpendapat bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi blockchain, asalkan didukung oleh kerangka kebijakan yang tepat. “Dengan tata kelola yang tepat, blockchain dapat berkembang sebagai inovasi keuangan yang tetap selaras dengan stabilitas dan perlindungan konsumen,” ungkapnya dalam siaran pers, Sabtu (14/3/2026).
Pertumbuhan Pendapatan Bunga Dorong Kinerja Bank Digital Moncer pada Agustus 2025
Selain regulasi, kepatuhan menjadi elemen penting agar ekosistem blockchain dapat diterima oleh institusi keuangan dan masyarakat luas. Rifta Titania dari Mobee Compliance menekankan bahwa transparansi dan pengawasan melalui mekanisme Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML) adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan terhadap sistem berbasis blockchain.
Menurutnya, standar kepatuhan tersebut akan menentukan sejauh mana teknologi blockchain dapat diintegrasikan ke dalam arsitektur sistem keuangan nasional. Mobee memposisikan diri sebagai jembatan antara sistem keuangan tradisional dan ekosistem keuangan digital yang lebih transparan serta berada di bawah pengawasan regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Upaya Penuhi Kebutuhan, AWS Indonesia Cetak Satu Juta Talenta Digital Sejak 2017
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Mobee menyelenggarakan seminar edukasi bertajuk “Zero to Crypto: Blockchain sebagai Infrastruktur Sistem Keuangan Modern” di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini, yang berkolaborasi dengan UGM Blockchain Club dan CryptoIndo Jogja serta didukung oleh Tether, bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai peran strategis blockchain dalam sistem keuangan masa depan.
Ir. Noor Akhmad Setiawan, Dosen Pembimbing UGM Blockchain Club, menilai kegiatan edukasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap potensi teknologi tersebut. “Blockchain bukan sekadar aset spekulatif, tetapi fondasi penting bagi infrastruktur keuangan masa depan,” tegasnya.
Ringkasan
Teknologi blockchain bertransformasi menjadi fondasi infrastruktur sistem keuangan modern dengan adopsi distributed ledger, mekanisme konsensus canggih, dan smart contract. Blockchain menjadi lapisan teknologi krusial yang menopang inovasi layanan keuangan seperti stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA), meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas pasar.
Regulasi dan kepatuhan memegang peranan penting dalam memastikan perkembangan blockchain selaras dengan stabilitas sistem keuangan dan perlindungan konsumen. Edukasi dan pemahaman mendalam tentang desain sistem blockchain juga krusial agar talenta teknologi lokal dapat berperan sebagai pengembang dan arsitek ekosistem digital masa depan.