KONTAN.CO.ID. Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan ketahanan yang signifikan, berhasil bertahan di kisaran US$93.000 setelah sempat mengalami koreksi hingga mendekati US$92.000. Pelemahan ini, alih-alih menjadi sinyal pembalikan tren besar, justru dinilai sebagai proses alami pembersihan leverage dan penyesuaian sentimen investor yang sebelumnya terlalu optimistis.
Pada perdagangan terbaru Selasa (20/1) pukul 06.36 WIB, harga Bitcoin tercatat di level US$92.616, turun 2,12% dalam 24 jam terakhir menurut data Coinmarketcap. Koreksi tajam yang terjadi saat pembukaan pasar Asia memang mengguncang sejumlah posisi leverage, namun hal itu tidak sampai merusak struktur pasar secara keseluruhan. Data on-chain dan derivatif justru mengindikasikan bahwa pergerakan ini lebih menyerupai reset struktural yang sehat, bukan distribusi panik yang mengancam.
Penurunan harga Bitcoin yang terjadi dari US$95.300 ke US$91.800, atau sekitar 3,7%, memicu likuidasi posisi long Bitcoin senilai sekitar US$233 juta dalam kurun 24 jam terakhir. Meski demikian, tekanan jual di pasar spot terpantau relatif terbatas. Ini menandakan bahwa pasar sedang berada dalam fase normalisasi risiko, bukan diterpa kepanikan massal yang menyebabkan aksi jual panik.
Fenomena ini diperkuat oleh pengamatan peneliti Bitcoin, Axel Adler Jr., yang mencatat anjloknya Advanced Sentiment Index Bitcoin secara signifikan, dari 80% ke 44,9%. Indeks yang menggabungkan berbagai indikator krusial seperti volume-weighted average price (VWAP), net taker volume, open interest, dan volume delta ini, sempat berada di zona sangat bullish antara tanggal 13 hingga 15 Januari, bertepatan dengan terbentuknya puncak harga lokal di sekitar US$97.000. Turunnya indeks di bawah ambang netral 50% jelas mencerminkan melemahnya kondisi risk-on di pasar.
“Stabilisasi harga membutuhkan pemulihan indeks secara konsisten di atas 50%. Namun jika terus turun menuju area 20%, peluang koreksi yang lebih dalam akan meningkat,” jelas Adler dilansir dari laman Cointelegraph.
Data lain menunjukkan bahwa open interest Bitcoin kini kembali ke level awal tahun, di sekitar US$28 miliar. Ini mengindikasikan bahwa posisi leverage lama sedang dilikuidasi atau ditutup, dan bukan karena adanya akumulasi agresif dari posisi short baru. Sementara itu, cumulative volume delta (CVD) di pasar futures masih sedikit meningkat dibandingkan open interest, sedangkan CVD di pasar spot relatif datar. Kondisi ini sekali lagi menegaskan bahwa tekanan jual yang signifikan dari pasar spot masih sangat terbatas.
Dari sisi analisis teknikal, harga Bitcoin masih mempertahankan pola higher high dan higher low pada grafik harian, sebuah indikasi tren naik yang sehat. Area US$92.000–US$93.000 dinilai sebagai zona permintaan (order block) yang krusial sekaligus area retest support VWAP bulanan. Zona ini berpotensi besar menjadi level higher low sebelum Bitcoin melanjutkan upaya menuju level US$100.000. Data dari Hyblock Capital juga mencatat sekitar US$250 juta posisi long bersih terisi di dekat level US$92.000 dalam sehari terakhir. Hal ini mengindikasikan adanya minat beli yang kuat saat terjadi koreksi, bukan aksi kapitulasi massal dari investor.
Dalam jangka pendek, pergerakan harga Bitcoin diperkirakan akan berkonsolidasi di dalam rentang order block tersebut, asalkan harga mampu bertahan di atas level psikologis US$90.000. Dengan pasar saham AS yang libur pada hari Senin, arah pergerakan yang lebih jelas berpotensi muncul pada hari Selasa, membuka peluang bagi para pelaku pasar bullish untuk kembali mengambil alih kendali pasar.
Ringkasan
Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan ketahanan signifikan di sekitar US$93.000, meskipun sempat terkoreksi hingga mendekati US$92.000. Penurunan ini, yang menyebabkan likuidasi posisi long senilai US$233 juta, justru dinilai sebagai pembersihan leverage dan penyesuaian sentimen yang sehat, bukan sinyal pembalikan tren besar. Data on-chain dan derivatif mengindikasikan bahwa pergerakan ini lebih menyerupai reset struktural, bukan distribusi panik. Indeks Sentimen Lanjut Bitcoin juga anjlok, mencerminkan melemahnya kondisi “risk-on” di pasar.
Tekanan jual di pasar spot terpantau relatif terbatas, dengan open interest Bitcoin kembali ke level awal tahun. Dari analisis teknikal, harga BTC masih mempertahankan pola “higher high” dan “higher low”, mengindikasikan tren naik yang sehat. Zona US$92.000–US$93.000 dinilai sebagai area permintaan krusial yang berpotensi menjadi level “higher low” sebelum Bitcoin mencoba mencapai US$100.000. Minat beli yang kuat juga terlihat dengan terisinya sekitar US$250 juta posisi long bersih di sekitar US$92.000.