Bitcoin Menggila: Mampukah Tembus US$78.000? Analisis Terbaru!

Shoesmart.co.id – Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan sinyal positif dengan menyentuh level tertinggi dalam empat minggu terakhir pada hari Rabu, 4 Maret 2026. Kenaikan ini memicu harapan akan pemulihan menuju angka US$78.700, level penutupan bulanan yang sempat dicapai pada bulan Januari.

Meskipun terjadi lonjakan sebesar 22% dari titik terendah US$60.000 yang tercatat pada 6 Februari, analisis data on-chain dan derivatif mengindikasikan bahwa sentimen bearish masih membayangi pasar.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap pada hari Kamis, 5 Maret 2026 pukul 09.48 WIB, harga Bitcoin berada di level US$72.497, menandakan kenaikan sebesar 6,35% dalam 24 jam terakhir.

Rupiah Spot Menguat 0,06% ke Rp 16.882 per Dolar AS pada Kamis (5/3) Pagi

Dominasi permintaan akan proteksi penurunan harga melalui opsi Bitcoin masih terasa kuat. Opsi put (jual) diperdagangkan dengan premi 10% lebih tinggi dibandingkan opsi call (beli) dengan nilai yang setara.

Dalam kondisi pasar yang netral, indikator ini umumnya bergerak di kisaran -6% hingga 6%. Level terakhir yang terlihat berada di kisaran ini adalah pada pertengahan Januari, saat Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$95.000.

Para trader profesional tampaknya masih khawatir terhadap potensi penurunan harga yang lebih dalam. Permintaan untuk futures bullish BTC juga terlihat stagnan, dengan basis rate tahunan saat ini berada di bawah ambang netral 5%.

Kondisi derivatif yang kurang menggembirakan ini mencerminkan konsolidasi pasar selama sebulan terakhir, setelah mengalami penurunan tajam sebesar 32% pada minggu pertama bulan Februari.

Meskipun harga sempat menembus level US$73.000, kurangnya keyakinan bullish menunjukkan kehati-hatian yang lebih mendalam di kalangan investor. Hal ini disebabkan karena sebagian besar pemegang Bitcoin saat ini masih mengalami kerugian.

Data dari Glassnode menunjukkan bahwa saat ini sekitar 43% suplai Bitcoin dimiliki dengan kerugian. Angka ini meningkat signifikan dari 30% ketika harga mencapai US$90.000 pada akhir Januari.

IHSG Rebound pada Perdagangan Kamis (5/3) Pagi, MBMA, SCMA, BUMI Top Gainers LQ45

Muncul kekhawatiran bahwa para investor yang mengalami kerugian akan mulai menjual aset mereka secara bertahap seiring dengan kenaikan harga. Hal ini dapat menciptakan tekanan jual yang berpotensi menghambat kenaikan harga Bitcoin lebih lanjut.

Sektor penambangan Bitcoin juga menjadi perhatian utama. Pertumbuhan permintaan akan AI yang sangat pesat, peningkatan biaya energi, dan penurunan permintaan registri blockchain mendorong profitabilitas para penambang ke level terendah sepanjang masa.

Beberapa perusahaan penambangan besar bahkan mulai beralih ke komputasi AI, sekaligus menjual cadangan Bitcoin yang mereka miliki.

Indeks Hashprice Bitcoin, yang mengukur nilai harian satu terahash per detik daya komputasi, turun menjadi US$30 pada hari Selasa. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan US$39 yang tercatat tiga bulan lalu. Para investor khawatir bahwa para penambang akan menjadi penjual bersih setelah periode akumulasi yang panjang.

MDKA dan EMAS Meneken Perjanjian Jual Beli Emas dengan Aneka Tambang (ANTM)

Strategi US$76.000 sebagai penentu momentum Bitcoin

MicroStrategy (MSTR US) menjadi contoh utama perusahaan dengan strategi balance sheet berbasis Bitcoin. Setelah mengakuisisi 720.737 BTC sejak Agustus 2020, perusahaan ini menghadapi tekanan ketika harga Bitcoin turun di bawah rata-rata akuisisi mereka, yaitu US$76.000.

Perusahaan publik lainnya seperti Metaplanet (3350 JP) dan Twenty One Capital (XXI US) juga menghadapi masalah valuasi serupa.

Meskipun MicroStrategy tidak menghadapi risiko likuidasi atau kekurangan kas untuk membayar aset berbunga seperti STRC, para bear menyadari bahwa harga di atas US$76.000 akan mendorong penerbitan saham tanpa mendilusi pemegang saham saat ini.

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 4.000 Menjadi Rp 3.049.000 per Gram, Kamis (5/3)

Dengan kata lain, para pelaku pasar yang ingin menekan harga Bitcoin memiliki insentif yang kuat untuk menjaganya di bawah level US$76.000.

Oleh karena itu, pemulihan menuju US$78.700 mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun, momentum dapat berbalik menjadi bullish jika level kunci tersebut berhasil ditembus.

Ringkasan

Harga Bitcoin menunjukkan tren positif dengan mencapai level tertinggi dalam empat minggu terakhir. Kenaikan ini memicu harapan pemulihan ke US$78.700, meskipun data on-chain dan derivatif mengindikasikan sentimen bearish masih membayangi. Data menunjukkan harga Bitcoin berada di level US$72.497, naik 6,35% dalam 24 jam terakhir.

Permintaan opsi put (jual) masih lebih tinggi dari opsi call (beli), mengindikasikan kekhawatiran penurunan harga. Profitabilitas penambang Bitcoin juga tertekan akibat pertumbuhan AI, biaya energi, dan penurunan permintaan registri blockchain. Level US$76.000 menjadi kunci, karena harga di atas level itu memungkinkan MicroStrategy menerbitkan saham tanpa mendilusi pemegang saham saat ini, sehingga pelaku pasar cenderung menahan harga di bawah level tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *