Bitcoin Anjlok! Sentimen Risk Off Bikin Harga BTC Tertekan

Shoesmart.co.id – JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) masih melanjutkan tren penurunan. Data dari CoinMarketCap pada hari Selasa, 2 Desember 2025, pukul 15.47 WIB menunjukkan bahwa harga Bitcoin turun 0,20% dalam 24 jam terakhir, berada di angka US$ 86.604. Dalam sepekan, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini telah melemah 0,87%. Penurunan ini terjadi setelah sentimen pasar menunjukkan kehati-hatian.

Fyqieh Fachrur, Analis Tokocrypto, menjelaskan bahwa penurunan Bitcoin ini bukan hanya terjadi dalam sehari, melainkan kelanjutan koreksi yang terjadi selama bulan November. Koreksi November tercatat sebagai penurunan bulanan terbesar sejak pertengahan tahun 2021.

Beberapa faktor membebani harga Bitcoin, termasuk keluarnya dana dari ETF Bitcoin AS, tekanan pada pasar saham global terutama sektor teknologi, serta akumulasi sentimen negatif di dalam ekosistem kripto. “Tekanan semakin kuat karena adanya aksi *risk-off* di pasar, di mana saham global, khususnya sektor teknologi dan saham-saham yang diuntungkan oleh tren kecerdasan buatan (AI), mengalami koreksi. Hal ini menyebabkan minat risiko investor terhadap aset spekulatif seperti kripto ikut menurun,” ungkap Fyqieh.

Bitcoin Anjlok 5% Tembus di Bawah US$90.000 Senin (1/12), Sentimen *Bearish* Menumpuk

Fyqieh menambahkan bahwa pelemahan institusional, mulai dari revisi proyeksi keuntungan MicroStrategy hingga penurunan peringkat Tether, mendorong kekhawatiran di kalangan investor. Pasar derivatif pun mencerminkan kecemasan ini, terlihat dari premi kontrak *futures* jangka panjang yang semakin menipis.

Christopher Tahir, Co-founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar, menilai bahwa tekanan likuiditas juga memberikan pengaruh besar terhadap pelemahan kripto. “Pelaku pasar mengeringkan likuiditas dan memindahkannya ke yen, yang berpotensi menguat karena adanya potensi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ). Hal ini berdampak negatif pada Bitcoin dan kripto lainnya,” jelasnya kepada Kontan pada hari Selasa (2/12). Ia juga menyebutkan peretasan Yearn Finance sebagai sentimen negatif tambahan.

Melihat pergerakan hingga akhir tahun, Fyqieh memperkirakan bahwa pasar akan terus berada dalam tarik-menarik antara tekanan makro dan faktor pendukung struktural. Faktor makro, terutama arah kebijakan The Fed dan inflasi, masih akan menjadi penentu utama pergerakan likuiditas dan risiko aset kripto. Ia menilai bahwa level teknikal US$ 84.000 menjadi batas penting yang diawasi oleh pelaku pasar, sejalan dengan sinyal akumulasi dari investor besar atau *whale* dalam beberapa bulan terakhir.

Whale Lepas Bitcoin, Akankah BTC Sentuh US$70.000?

Pandangan ini sejalan dengan Christopher, yang melihat pasar relatif pasif menjelang akhir tahun. “Tampaknya tidak akan ada pergerakan yang terlalu signifikan hingga akhir tahun ini,” ujarnya. Menurutnya, Bitcoin masih memiliki prospek jangka panjang, namun ia mengingatkan adanya potensi memasuki fase *bearish* baru dalam waktu dekat.

Fyqieh memperkirakan bahwa BTC akan bergerak dalam kisaran konsolidasi sekitar US$ 80.000 – US$ 95.000 hingga akhir tahun, tergantung pada arah arus dana ETF dan sentimen risiko global. Sementara itu, Christopher melihat peluang harga untuk menuju sekitar US$ 75.000 di akhir tahun jika tekanan pasar tetap dominan.

Secara keseluruhan, prospek jangka pendek Bitcoin dinilai masih berkutat pada fase stabilisasi dengan bias berhati-hati. Potensi pemulihan akan terbuka kembali jika tekanan makro mereda dan arus institusional kembali masuk.

Ringkasan

Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan, tercatat 0,20% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 86.604 dan melemah 0,87% dalam sepekan. Penurunan ini disebabkan oleh sentimen *risk-off* di pasar, keluarnya dana dari ETF Bitcoin AS, tekanan pada pasar saham global, dan kekhawatiran investor terhadap pelemahan institusional serta peretasan Yearn Finance.

Para analis memperkirakan pasar Bitcoin akan terus mengalami tarik-menarik antara tekanan makro dan faktor pendukung struktural hingga akhir tahun. Bitcoin diperkirakan bergerak dalam kisaran konsolidasi antara US$ 80.000 – US$ 95.000, namun berpotensi turun ke sekitar US$ 75.000 jika tekanan pasar terus berlanjut, sementara potensi pemulihan terbuka jika tekanan makro mereda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *