
Shoesmart.co.id , JAKARTA — Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (21/8/2025) diwarnai tekanan signifikan. Indeks Bisnis-27 kembali ditutup melemah, seiring dengan ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meskipun demikian, di tengah sentimen negatif pasar, beberapa saham unggulan seperti DSNG, UNTR, ASII, dan ANTM berhasil mencatatkan penguatan.
Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Bisnis-27, yang merupakan hasil kolaborasi antara Bursa dan harian Bisnis Indonesia, mengakhiri sesi perdagangan dengan penurunan sebesar 1,51%, parkir di level 498,97. Dari 27 saham konstituen indeks tersebut, hanya enam yang berhasil menguat, sementara 17 saham lainnya tergelincir ke zona merah, dan empat saham terpantau stagnan tanpa perubahan harga.
Saham-saham yang menunjukkan kinerja impresif di tengah koreksi pasar dipimpin oleh PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) yang melonjak signifikan 12,01% menjadi Rp1.865. Diikuti oleh PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang naik 2,84% ke level Rp27.200 per saham. Kinerja positif juga ditunjukkan emiten otomotif PT Astra International Tbk. (ASII) yang menguat 1,84% menuju Rp5.525, serta PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang perkasa 1,39% menjadi Rp3.660 per saham.
Sementara itu, di sisi lain, sentimen negatif tidak hanya menekan Indeks Bisnis-27 tetapi juga IHSG secara keseluruhan, dengan saham-saham perbankan besar dan telekomunikasi mengalami koreksi dalam. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi salah satu saham yang mengalami penurunan paling tajam, terkoreksi 4,01% ke level Rp4.310. Tak ketinggalan, saham PT Indosat Tbk. (ISAT) juga mencatat koreksi signifikan sebesar 3,90% menjadi Rp1.850.
Secara lebih luas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup jeblok 1,78% atau anjlok 138,24 poin, mengakhiri hari pada posisi 7.628,61. Sepanjang perdagangan hari itu, indeks komposit sempat dibuka di level 7.748,51 dan mencapai level tertingginya pada 7.791,33 sebelum akhirnya berbalik arah. Data BEI mencatat, sebanyak 232 saham bergerak menguat, namun dominasi penjualan menyebabkan 389 saham melemah, sementara 235 saham lainnya stagnan. Di tengah gejolak ini, kapitalisasi pasar BEI tercatat mencapai Rp13.755 triliun.
Mengomentari pergerakan pasar, Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menjelaskan bahwa indeks komposit sebenarnya telah ditutup melemah 1,65% ke level 7.638,25 pada perdagangan sesi pertama. Ia menambahkan, secara teknikal, terdapat sinyal pelebaran negatif slope pada indikator MACD serta Stochastic RSI yang membentuk pola Death Cross. Kedua indikator ini secara bersamaan mengindikasikan adanya risiko penurunan lebih lanjut bagi IHSG. “Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level 7.625 hingga 7.600 pada perdagangan sesi kedua hari ini,” ujar Valdy dalam riset hariannya, menggarisbawahi potensi tekanan jual yang masih berlanjut.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
Pada perdagangan Kamis, 21 Agustus 2025, Indeks Bisnis-27 mengalami penurunan sebesar 1,51% seiring dengan melemahnya IHSG. Meskipun demikian, beberapa saham seperti DSNG, UNTR, ASII, dan ANTM berhasil mencatatkan penguatan. Saham DSNG memimpin kenaikan dengan lonjakan sebesar 12,01%, diikuti oleh UNTR yang naik 2,84%.
IHSG juga mengalami penurunan signifikan sebesar 1,78% atau 138,24 poin. Saham-saham perbankan dan telekomunikasi, seperti BMRI dan ISAT, turut mengalami koreksi. Analis memprediksi potensi penurunan lebih lanjut bagi IHSG berdasarkan indikator teknikal MACD dan Stochastic RSI.