BI Sulut Kurasi Ratusan Petani & Wirausaha untuk Program Patua Wanua

Shoesmart.co.id – Puluhan petani dan wirausahawan dari Sulawesi Utara (Sulut) bersemangat mengikuti seleksi ketat untuk menjadi bagian dari Program Petani Unggulan Sulawesi Utara (Patua) dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (Wanua) 2026.

Program prestisius Patua dan Wanua 2026 ini secara resmi diluncurkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto. Acara peluncuran berlangsung meriah di Ruang Tondano, Kantor BI Sulut, Jalan 17 Agustus, Kecamatan Wanea, Manado, pada Jumat siang, 13 Februari 2026.

Patua dan Wanua, sebuah inisiatif pendidikan intensif selama satu tahun, dirancang khusus untuk membekali para petani dan wirausaha dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan. Program ini bertujuan untuk menciptakan generasi unggul yang mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Para peserta yang berhasil lolos dari proses seleksi yang ketat akan mendapatkan pelatihan eksklusif dari para trainer terbaik, baik dari tingkat lokal maupun nasional. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing mereka.

Joko Supratikto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk menciptakan “local champion,” yaitu petani dan wirausaha Sulut yang sukses dan dapat menjadi panutan bagi yang lain. Mereka diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi komunitas di sekitarnya.

Program Wanua telah berjalan selama tujuh tahun dan berhasil mencetak 244 wirausahawan unggulan yang kini berkiprah di berbagai bidang. Sementara itu, Program Patua yang memasuki edisi ke-enam telah melahirkan 84 petani unggulan yang berkontribusi signifikan terhadap sektor pertanian di Sulawesi Utara.

Tahun ini, antusiasme terhadap program ini sangat tinggi. Sebanyak 187 petani dan wirausaha mendaftar dalam rekrutmen terbuka. Setelah melalui seleksi administrasi, terpilih 91 peserta yang memenuhi syarat, terdiri dari 38 petani dan 53 wirausaha yang berpotensi.

“Selanjutnya, mereka akan dikurasi lebih lanjut untuk menilai kesiapan mereka dalam naik kelas menjadi petani unggulan dan wirausaha unggulan,” ujar Joko. Proses kurasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa peserta yang terpilih benar-benar memiliki potensi dan komitmen untuk berkembang.

Nantinya, setiap kelas akan diisi oleh 30 petani dan 30 wirausaha yang akan mengikuti pelatihan intensif yang meliputi kelas teori dan praktik lapangan. Kombinasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan keterampilan praktis yang dibutuhkan.

Pada tahun ini, BI memberikan penekanan khusus pada inovasi dan diferensiasi. “Karena persaingan semakin ketat, petani dan wirausaha harus memiliki keunikan. Petani, misalnya, kapasitas produksi harus ditingkatkan, dan produknya juga harus dihilirisasi,” kata Joko, menekankan pentingnya nilai tambah dan daya saing.

Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sulawesi Utara, Reza Dotulung, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BI ini. Ia menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk sinergitas yang sangat baik dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pengendalian inflasi.

Reza juga menyoroti pentingnya UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. “Sementara pertanian merupakan sektor paling dominan dalam lapangan usaha dalam struktur ekonomi kita,” jelasnya, menekankan kontribusi signifikan sektor pertanian terhadap perekonomian Sulawesi Utara.

Salah satu peserta kurasi, Firginia Lomban, mengungkapkan rasa bangganya bisa mengikuti kurasi Wanua. Pemilik usaha Kana House Pineleng ini memiliki produk kuliner andalan berupa aneka abon, sambal, dan penganan lainnya yang berbahan dasar ikan laut.

“Saya melihat informasi seleksi di media sosial BI. Saya mencoba mendaftar, dan ternyata lolos ke tahap ini. Semoga bisa lanjut,” kata mantan karyawan bank swasta ini, penuh harapan untuk dapat mengembangkan usahanya melalui program Wanua.

(TribunManado.co.id/Ndo)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

Ringkasan

Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) meluncurkan program Patua (Petani Unggulan Sulawesi Utara) dan Wanua (Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara) 2026. Program ini bertujuan untuk menciptakan local champion di bidang pertanian dan kewirausahaan, dengan memberikan pelatihan intensif selama satu tahun kepada peserta terpilih.

Tahun ini, program menarik minat 187 pendaftar, yang kemudian disaring menjadi 91 peserta untuk mengikuti kurasi lebih lanjut. Nantinya, 30 petani dan 30 wirausaha akan dipilih untuk mengikuti pelatihan intensif yang meliputi teori dan praktik lapangan. BI Sulut menekankan pentingnya inovasi dan diferensiasi bagi peserta agar dapat bersaing di pasar yang semakin ketat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *