BI Rate Naik: Strategi Pendanaan Wholesale CIMB Niaga Berubah!

Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk kini semakin berhati-hati dalam mengelola struktur pendanaannya, terutama setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate. Kenaikan suku bunga ini diperkirakan akan mengurangi minat CIMB Niaga untuk menghimpun dana wholesale melalui penerbitan surat utang, atau yang lebih dikenal dengan obligasi.

Lani Darmawan, Presiden Direktur CIMB Niaga, mengungkapkan bahwa keputusan penerbitan surat utang ke depan akan sangat bergantung pada seberapa besar dampak kenaikan suku bunga terhadap biaya dana (cost of fund/COF) bank. Jika biaya dana CIMB Niaga mengalami peningkatan signifikan, maka penerbitan surat utang berpotensi menjadi opsi terakhir dalam strategi pengumpulan dana. Lebih lanjut, Lani menambahkan bahwa arah strategi pendanaan segmen wholesale CIMB Niaga di masa mendatang akan sangat dipengaruhi oleh dinamika industri perbankan secara keseluruhan.

“Semuanya akan tergantung pada seberapa cepat cost of fund mengalami kenaikan. Di sisi lain, permintaan kredit juga cenderung lesu. Kami memperkirakan bahwa permintaan kredit akan tetap berada pada level yang rendah, terutama dengan adanya kekhawatiran suku bunga kredit yang berpotensi meningkat,” jelas Lani kepada Kontan baru-baru ini.

Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, sependapat bahwa kenaikan BI Rate berpotensi memperlambat laju pertumbuhan kredit. Akibatnya, minat bank untuk mencari pendanaan melalui penerbitan surat utang juga diperkirakan akan menurun.

Terlebih lagi, menurut Myrdal, biaya pembiayaan melalui surat utang akan menjadi lebih mahal seiring dengan kenaikan BI Rate. Kondisi ini tentu saja akan membuat bank berpikir lebih matang sebelum memutuskan untuk menerbitkan surat utang.

“Ekspansi bisnis saat ini juga menghadapi tantangan yang cukup berat akibat kenaikan suku bunga. Oleh karena itu, kita juga akan melihat potensi penurunan ekspansi dari sisi penerbitan surat utang,” pungkas Myrdal.

Ringkasan

CIMB Niaga berhati-hati mengelola pendanaan setelah BI Rate naik, yang diperkirakan mengurangi minat menghimpun dana wholesale melalui obligasi. Penerbitan surat utang akan bergantung pada dampak kenaikan suku bunga terhadap biaya dana (cost of fund/COF) bank, dengan potensi menjadi opsi terakhir jika biaya dana meningkat signifikan.

Strategi pendanaan segmen wholesale CIMB Niaga akan dipengaruhi dinamika industri perbankan. Kenaikan BI Rate berpotensi memperlambat pertumbuhan kredit dan menurunkan minat bank menerbitkan surat utang karena biaya pembiayaan yang lebih mahal. Kondisi ini menyebabkan bank berpikir matang sebelum menerbitkan surat utang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *