BI: Kredit Menggeliat, Peluang Dorong Pertumbuhan Ekonomi Terbuka Lebar!

Shoesmart.co.id JAKARTA. Di tengah gejolak ketidakpastian global dan fragmentasi ekonomi dunia yang semakin rumit, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa sistem keuangan Indonesia tetap kokoh dan stabil.

Ketahanan sektor perbankan dan industri keuangan nasional terjaga dengan baik, didukung oleh likuiditas yang memadai. Hal ini membuka peluang penyaluran kredit yang lebih luas, yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Indikasi positif ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang mencapai 9,69% (year-on-year/yoy) pada Desember 2025. Kredit ini terutama dialirkan ke sektor-sektor prioritas pemerintah, yang turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,11% (yoy) sepanjang tahun 2025.

Hasil Investasi Asuransi Umum Naik 13,5% per Akhir 2025, Ini Penjelasan AAUI

Menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat terbuka lebar. Ketersediaan likuiditas perbankan yang mencukupi menjadi salah satu faktor pendukung utama.

“Pada Januari 2026, fasilitas pinjaman perbankan yang belum dimanfaatkan (undisbursed loan) tercatat sebesar Rp2.506,47 triliun, atau 22,65% dari total plafon kredit yang tersedia. Potensi ini dapat terus dioptimalkan sebagai stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Destry dalam siaran pers yang dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026.

Untuk memaksimalkan dampak positifnya, BI mengimbau perbankan untuk terus menyesuaikan special rate, sehingga suku bunga kredit dapat menurun lebih cepat dan fungsi intermediasi perbankan berjalan semakin optimal.

“Ke depan, intermediasi perbankan pada tahun 2026 diperkirakan akan tetap solid, berada dalam kisaran 8–12% (yoy), sejalan dengan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 yang mencapai 9,96% (yoy),” tegas Destry.

Lebih lanjut, Destry menekankan pentingnya sinergi antarotoritas untuk memperkuat kontribusi sistem keuangan nasional terhadap pertumbuhan ekonomi. BI sendiri telah memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang berbasis kinerja dan berorientasi ke depan (forward looking). Langkah ini bertujuan untuk memastikan kecukupan likuiditas dan mempercepat penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas pemerintah.

Hingga minggu pertama Februari 2026, perbankan telah menerima insentif sebesar Rp 427,5 triliun.

Destry juga menyoroti perlunya kolaborasi antarlembaga dalam mendorong pertumbuhan kredit dan mempercepat penurunan suku bunga kredit perbankan. Dengan demikian, transmisi kebijakan dapat berjalan lebih efektif dan roda perekonomian dapat berputar lebih cepat.

Mengapa Suku Bunga Kredit Konsumsi Sulit Turun? Ini Penjelasan OJK

Bauran kebijakan makroprudensial yang akomodatif, termasuk penguatan KLM yang berorientasi ke depan, dirancang untuk menyediakan likuiditas yang memadai serta mengakselerasi penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas.

Sinergi yang erat dengan pemerintah dan otoritas terkait dalam kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjadi kunci untuk membangun optimisme dan keyakinan bahwa ekonomi Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh lebih tinggi, sembari tetap menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

Ringkasan

Bank Indonesia (BI) menyatakan sistem keuangan Indonesia stabil dan kokoh, didukung likuiditas yang memadai sehingga membuka peluang penyaluran kredit. Pertumbuhan kredit pada Desember 2025 mencapai 9,69% (yoy), terutama dialirkan ke sektor prioritas pemerintah dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi 5,11% (yoy) sepanjang tahun 2025.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyebut prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia terbuka lebar dengan ketersediaan likuiditas perbankan yang mencukupi. BI mengimbau perbankan menyesuaikan special rate agar suku bunga kredit turun lebih cepat. BI juga memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mempercepat penyaluran kredit ke sektor prioritas pemerintah dan menekankan pentingnya sinergi antarotoritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *