BELL Optimis! Targetkan Pertumbuhan 8% & Siapkan Capex Rp 21 Miliar

Shoesmart.co.id – JAKARTA. PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) terus memantapkan diri sebagai penyedia tekstil dan fesyen ritel terintegrasi yang solid. Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di industri tekstil dan garmen, BELL merupakan anak perusahaan dari PT Trisula International Tbk (TRIS).

Sebagai pemain utama dari hulu, BELL bertindak sebagai produsen kain berkualitas tinggi yang menawarkan layanan lengkap. Layanan ini mencakup teksturisasi, pemintalan, pengkanjian, penenunan, pewarnaan, hingga proses penyelesaian akhir. Produk kain yang dihasilkan BELL menyasar baik pabrik garmen (B2B) maupun pelanggan ritel (B2C).

Dari segi produk, BELL menawarkan beragam jenis kain, mulai dari 100% polyester, polyester rayon, kain dengan fungsi khusus, kain daur ulang, seragam perusahaan, hingga produk ritel lainnya. Ragam ini menunjukkan komitmen BELL untuk memenuhi berbagai kebutuhan pasar.

Inflasi 10 Tahun Tembus 32%, Begini Strategi Portofolio Agar Return Tak Tergerus

Direktur Utama BELL, Karsongno Wongso Djaja, menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini tertuju pada segmen ritel fesyen dan seragam. Untuk lini kain, merek andalan yang diusung adalah Caterina dan Bellini. Sementara itu, dalam bisnis fesyen ritel, perusahaan mengandalkan merek JOBB dan Jack Nicklaus.

Hingga Desember 2025, jaringan ritel BELL telah mencapai 199 gerai. Jaringan ini terdiri dari 129 gerai JOBB dan 70 gerai Jack Nicklaus (JN), termasuk gerai yang berkolaborasi dengan department store. Jumlah ini mencerminkan jangkauan pasar yang luas dan keberadaan BELL yang kuat di industri ritel.

Untuk tahun 2026, perusahaan berencana mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 21 miliar. Investasi ini akan digunakan untuk restrukturisasi permesinan, optimalisasi proses, pengembangan, dan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi yang lebih canggih, peningkatan otomatisasi, serta ekspansi ritel, termasuk pembukaan gerai baru JOBB dan Jack Nicklaus.

“Alokasi ini mencakup restrukturisasi permesinan, optimalisasi proses, pengembangan dan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi yang lebih optimal, peningkatan otomatisasi dan ekspansi retail. Anggaran tersebut juga termasuk capex untuk pembukaan outlet baru retail JOBB dan Jack Nicklaus,” ujar Karsongno dalam paparan publik beberapa waktu lalu.

Selain itu, BELL juga berupaya memperkuat riset dan pengembangan (R&D) perusahaan melalui Trisula Innovation Center (TIC). Langkah ini bertujuan untuk mendorong inovasi terintegrasi di sektor tekstil dan garmen, sehingga menghasilkan produk yang lebih kompetitif dan sesuai dengan permintaan pasar.

“Dengan adanya TIC, kami akan memperkuat kolaborasi dengan ekosistem internal perusahaan serta menjalin kerja sama eksternal dengan para pemasok (supplier) untuk mendorong inovasi dalam menghadirkan produk unik dan fungsional yang dapat diterima pasar yang lebih luas,” lanjutnya.

Saat ini, BELL telah memproduksi material daur ulang (recycle), kain tahan api, serta menjadi salah satu pabrik dengan kemampuan memproduksi kain stretch. Langkah strategis ini diambil BELL untuk bersaing dengan produk dari China, dengan cara melakukan diferensiasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang spesifik.

PT PP (PTPP) Catat Nilai Kontrak Baru Rp 2,76 Triliun per Januari 2026

Di segmen ritel, BELL berencana untuk secara rutin meluncurkan produk-produk baru yang relevan dengan kebutuhan pasar. Salah satu produk andalan yang akan dirilis tahun ini adalah kain yang terbuat dari benang daur ulang (recycle).

Produk recycle ini akan secara khusus dipasarkan 100% untuk ekspor, dengan harapan dapat mendorong pendapatan perusahaan secara signifikan. Hal ini menunjukkan komitmen BELL terhadap keberlanjutan dan ekspansi pasar global.

Perlu dicatat bahwa pada tahun 2025, 60% penjualan BELL berasal dari pasar ritel, 26% dari institusi (pemerintah dan swasta), dan sekitar 6% dari ekspor. Komposisi ini menggambarkan diversifikasi sumber pendapatan BELL.

Dari sisi keuangan, selama periode Januari hingga September 2025, total penjualan BELL tercatat mengalami penurunan sebesar 3,05% secara tahunan, dari Rp 426,36 miliar pada September 2024 menjadi Rp 413,33 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BELL juga mengalami penurunan sebesar 40,38% year-on-year, dari Rp 9,20 miliar menjadi Rp 5,48 miliar. Penurunan ini menjadi perhatian utama bagi perusahaan.

Meskipun demikian, perusahaan tetap optimistis mampu mencetak pertumbuhan sepanjang tahun 2026. Karsongno menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% secara tahunan untuk tahun 2026. Target ini mencerminkan keyakinan BELL terhadap strategi yang telah disiapkan.

Untuk mencapai target tersebut, emiten tekstil ini telah menyiapkan sejumlah strategi utama. Salah satunya adalah modernisasi mesin dengan teknologi yang lebih canggih, yang diharapkan dapat mendorong efisiensi dan meningkatkan produktivitas. Investasi dalam teknologi baru menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing.

Aplikasi Kecerdasan Buatan Lokal Hadir, Begini Dampaknya ke Operator Telekomunikasi

Menurut Karsongno, penggunaan mesin baru akan memungkinkan pengembangan produk yang lebih berkualitas dan inovatif, sekaligus mendukung efisiensi energi dan peningkatan produktivitas sumber daya manusia.

Dari sisi operasional, BELL akan melakukan konsolidasi back office untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur biaya dan mendukung kinerja perusahaan secara keseluruhan.

“Konsolidasi back office dan otomasi menjadi bagian dari rencana kerja tahun 2026, sejalan dengan langkah efisiensi dan penguatan R&D. Kami meyakini langkah ini akan meningkatkan EBITDA margin,” tambahnya.

Tidak kalah penting, BELL akan rutin meluncurkan produk baru di divisi ritel untuk memperluas pangsa pasar. Karsongno menekankan bahwa keberhasilan dalam menjaga tren kinerja yang positif mencerminkan strategi perusahaan yang adaptif terhadap dinamika pasar, serta kemampuannya menghadirkan solusi tekstil maupun garmen yang selaras dengan kebutuhan pasar.

Ringkasan

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% di tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut, BELL mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 21 miliar yang akan digunakan untuk restrukturisasi permesinan, optimalisasi proses, pengembangan dan efisiensi operasional, serta ekspansi ritel. Selain itu, BELL akan memperkuat riset dan pengembangan (R&D) melalui Trisula Innovation Center (TIC) untuk menghasilkan produk yang lebih kompetitif.

Fokus utama BELL saat ini adalah segmen ritel fesyen dan seragam, dengan merek andalan Caterina dan Bellini untuk lini kain, serta JOBB dan Jack Nicklaus untuk bisnis fesyen ritel. BELL juga berencana meluncurkan produk-produk baru yang relevan dengan kebutuhan pasar, termasuk kain daur ulang yang 100% akan dipasarkan untuk ekspor. Perusahaan optimis dengan strategi yang telah disiapkan, termasuk modernisasi mesin dan konsolidasi back office untuk meningkatkan efisiensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *