Shoesmart.co.id JAKARTA. Pergerakan harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali menunjukkan tren menurun pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026. Hingga pukul 10.17 WIB, saham BBRI tercatat melemah 0,82% dan berada pada level Rp 3.610 per saham.
Penurunan ini menjadi kelanjutan dari tren negatif yang telah membayangi saham Bank Rakyat Indonesia selama setahun terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, kinerja BBRI tercatat anjlok sebesar 11,95%, mencerminkan tekanan pasar yang signifikan terhadap salah satu bank terbesar di Indonesia ini.
Menyikapi kondisi pasar, tim riset BRI Danareksa Sekuritas memberikan pandangan strategis. Mereka memperkirakan bahwa saham BBRI dalam waktu dekat berpotensi menguji level support di kisaran Rp 3.580 hingga Rp 3.600. Untuk investor yang tertarik, analisis saham BBRI merekomendasikan strategi buy on weakness, yaitu menunggu konfirmasi rebound yang jelas di area support sebelum melakukan pembelian.
Di tengah dinamika pasar saham, Bank Rakyat Indonesia juga menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial. Berdasarkan informasi terbaru dari riset BRI Danareksa, Bank Rakyat Indonesia actively memberikan dukungan BRI dalam percepatan pemulihan pascabencana Aceh. Inisiatif ini diwujudkan melalui pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) bagi warga yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Program kemanusiaan ini merupakan bagian dari sinergi BUMN yang bertujuan meringankan beban masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 600 unit Huntara BRI ditargetkan rampung dan siap diserahkan kepada pemerintah daerah pada awal Januari 2026, memastikan para korban bencana dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak.
Ringkasan
Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami penurunan 0,82% menjadi Rp 3.610 per saham pada 5 Januari 2026, melanjutkan tren negatif selama setahun terakhir yang mencapai 11,95%. Tim riset BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan saham BBRI berpotensi menguji level support di kisaran Rp 3.580 hingga Rp 3.600. Mereka merekomendasikan strategi buy on weakness setelah adanya konfirmasi rebound yang jelas di area support tersebut.
Di samping pergerakan pasar saham, Bank Rakyat Indonesia aktif memberikan dukungan untuk percepatan pemulihan pascabencana di Aceh. Inisiatif ini diwujudkan melalui pembangunan 600 unit Rumah Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor. Program kemanusiaan ini ditargetkan rampung dan siap diserahkan kepada pemerintah daerah pada awal Januari 2026, sebagai bagian dari sinergi BUMN.