BAJA Rights Issue: Lunasi Utang Ratusan Miliar Rupiah!

PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) berencana untuk melaksanakan aksi korporasi penting, yaitu penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau yang lebih dikenal dengan istilah rights issue. Langkah strategis ini ditujukan untuk melunasi utang perusahaan kepada PT Sarana Steel.

Menurut keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Direktur Utama Saranacentral Bajatama, Handaja Susanto, di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Jumat (20/2/2026), total utang pokok yang akan diselesaikan mencapai US$ 20,6 juta. Jika dikonversikan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per tanggal 31 Desember 2023, nilai tersebut setara dengan Rp 445,34 miliar.

Rincian utang tersebut terdiri dari utang pokok sebesar Rp 317,56 miliar dan bunga sebesar Rp 127,77 miliar. Handaja juga menjelaskan bahwa kesepakatan penggunaan nilai tukar mata uang Dollar AS dalam perjanjian penyelesaian utang ini merupakan transaksi afiliasi yang juga bersifat material.

Bunga pinjaman dalam mata uang asing (Dollar AS) tercatat sebesar 2% per tahun. Jangka waktu pinjaman sendiri telah beberapa kali diperpanjang dan terakhir kali diperpanjang hingga tanggal 3 Oktober 2026.

Untuk merealisasikan pelunasan utang ini, BAJA berencana menerbitkan saham baru melalui skema rights issue sebanyak-banyaknya 1 miliar lembar saham. Selain digunakan untuk membayar utang, dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini juga akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja perusahaan.

Dalam pelaksanaan rights issue ini, Sarana Steel akan mengambil bagian atas sejumlah saham baru yang diterbitkan, dengan nilai pengambilan maksimal sebesar Rp 317,57 miliar.

Selain itu, Ibnu Susanto, yang merupakan pemegang saham pengendali BAJA dengan kepemilikan saham sebesar 16,45%, juga akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam rights issue ini.

Hingga saat ini, harga pelaksanaan rights issue masih belum ditetapkan dan akan diumumkan dalam pengumuman selanjutnya. Pada hari Jumat (20/2/2026), harga saham BAJA mengalami kenaikan sebesar 13,51% dibandingkan hari sebelumnya, berada pada level Rp 168 per saham.

Berikut adalah jadwal sementara pelaksanaan rights issue BAJA:

* Pemberitahuan mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) kepada OJK: 11 Februari 2026
* Pengumuman RUPSLB kepada para pemegang saham: 20 Februari 2026
* Pengumuman Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi afiliasi dengan nilai material dan Rencana PMHMETD I: 20 Februari 2026
* Tanggal Daftar Pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB: 6 Maret 2026
* Pemanggilan RUPSLB kepada para pemegang saham: 9 Maret 2026
* RUPSLB: 31 Maret 2026
* Pengumuman ringkasan hasil RUPSLB di situs web Bursa Efek Indonesia, situs web Perseroan, dan situs web KSEI: 2 April 2026
* Penyampaian ringkasan hasil RUPSLB kepada OJK dan BEI: 2 April 2026
* Pendaftaran PMHMETD I ke OJK: 11 Juni 2026
* Perkiraan tanggal pernyataan menjadi efektif oleh OJK: 7 Agustus 2026

Ringkasan

PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) akan melakukan rights issue untuk melunasi utang sebesar US$ 20,6 juta (setara Rp 445,34 miliar) kepada PT Sarana Steel. Utang tersebut terdiri dari pokok pinjaman dan bunga dengan bunga pinjaman sebesar 2% per tahun dalam mata uang Dollar AS.

BAJA berencana menerbitkan maksimal 1 miliar lembar saham baru untuk membayar utang dan memperkuat modal kerja. Sarana Steel akan mengambil bagian saham baru maksimal Rp 317,57 miliar, dan Ibnu Susanto akan bertindak sebagai pembeli siaga. Jadwal sementara pelaksanaan rights issue telah diumumkan, dengan perkiraan efektif dari OJK pada 7 Agustus 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *