JAKARTA, Shoesmart.co.id – Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Avia Avian Tbk (AVIA)! Emiten cat yang terafiliasi dengan konglomerat Hermanto Tanoko ini sepakat untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp1,36 triliun, atau setara dengan Rp23 per saham. Keputusan menggembirakan ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Kamis, 9 April 2026.
Besaran dividen yang dibagikan AVIA mencerminkan *dividend payout ratio* yang cukup tinggi, yakni 78,18% dari total laba bersih yang diraih perseroan sepanjang tahun buku 2025. Perlu dicatat, jumlah ini sudah memperhitungkan dividen interim senilai Rp654 miliar yang sebelumnya telah didistribusikan pada bulan November 2025.
Direktur AVIA, Kurnia Hadi Sinanto, menegaskan bahwa pembagian dividen ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk senantiasa memberikan imbal hasil yang optimal kepada para pemegang saham yang telah mempercayakan investasinya kepada Avia Avian.
“Avian Brands selalu disiplin dalam alokasi modal, sekaligus tetap memberikan *return* yang menarik bagi pemegang saham,” ungkap Kurnia dalam keterangan resminya. Pernyataan ini menggarisbawahi fokus perusahaan pada pengelolaan keuangan yang bijaksana dan berorientasi pada nilai tambah bagi investor.
Sepanjang tahun 2025, AVIA berhasil mencatatkan kinerja yang solid dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,7 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar Rp80 miliar dibandingkan dengan perolehan laba bersih pada tahun sebelumnya. Hebatnya lagi, perseroan juga mampu mempertahankan marjin laba bersih yang sehat, yakni sebesar 21,5%, di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan.
Dari sisi fundamental, AVIA juga menunjukkan performa yang mengesankan. Rasio *return on asset* (ROA) tercatat sebesar 15,7%, sementara *return on equity* (ROE) mencapai 18,3% pada tahun 2025. Kedua indikator ini mencerminkan profitabilitas perusahaan yang tetap terjaga dan mampu menghasilkan keuntungan yang optimal dari aset dan modal yang dimiliki.
Lebih lanjut, Kurnia menjelaskan bahwa perseroan akan terus disiplin dalam mengelola alokasi modal, dengan memprioritaskan investasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan, serta menjaga kesehatan neraca keuangan dan likuiditas perusahaan.
“Alokasi modal Perseroan dilakukan secara disiplin dengan beberapa prioritas, di antaranya investasi untuk pertumbuhan bisnis dengan belanja modal yang terjaga, didukung oleh neraca dan likuiditas yang sehat,” jelasnya. Dengan strategi ini, AVIA berupaya untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Selain itu, perseroan juga membuka peluang untuk melakukan *buyback* saham maupun mengakuisisi perusahaan lain yang memiliki potensi strategis untuk memberikan nilai tambah jangka panjang bagi AVIA. Fleksibilitas ini memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan memanfaatkan peluang yang ada.
Sebagai pemimpin pasar cat dekoratif di Indonesia, AVIA terus berupaya memperkuat fundamental bisnisnya melalui berbagai inovasi produk, ekspansi jaringan distribusi yang luas, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan. Dengan strategi yang komprehensif ini, perseroan optimis dapat mempertahankan kinerja positif dan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
PT Avia Avian Tbk (AVIA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,36 triliun atau Rp23 per saham, sesuai keputusan RUPST pada 9 April 2026. Dividen ini mencerminkan *dividend payout ratio* 78,18% dari laba bersih tahun 2025, sudah termasuk dividen interim yang dibagikan November 2025.
Pembagian dividen ini merupakan komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham. Sepanjang tahun 2025, AVIA mencatatkan laba bersih Rp1,7 triliun dan mempertahankan marjin laba bersih 21,5%. Perusahaan akan terus disiplin dalam alokasi modal untuk pertumbuhan bisnis berkelanjutan.