Asing Borong BMRI & TLKM, Pasar Saham RI Net Sell?

Pasar saham Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik pada perdagangan pekan ini. Meskipun masih mencatatkan angka jual bersih (net sell) oleh investor asing yang cukup signifikan, beberapa saham justru menjadi primadona dan diborong oleh investor asing.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa tekanan jual asing masih terasa. Dalam periode 9–13 Februari 2026, tercatat net sell asing mencapai Rp1,13 triliun. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp5,47 triliun, namun tetap mengindikasikan adanya arus modal keluar.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa pada hari Jumat, 13 Februari 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp2,03 triliun. Secara kumulatif, sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih asing telah mencapai Rp16,49 triliun.

Di tengah tren net sell ini, terdapat sejumlah saham yang justru menarik minat investor asing. PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) menjadi saham dengan nilai beli bersih (net buy) asing tertinggi, mencapai Rp619,36 miliar dalam sepekan terakhir. Selain BMRI, PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) juga menjadi incaran dengan net buy asing sebesar Rp274,9 miliar.

Selain sektor perbankan dan telekomunikasi, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) juga diminati investor asing dengan catatan net buy sebesar Rp224,76 miliar. Sektor pertambangan juga menunjukkan daya tarik, dengan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencatatkan net buy asing Rp161,92 miliar dan PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) sebesar Rp183,18 miliar.

Pergerakan pasar saham yang dinamis ini terjadi seiring dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada periode yang sama, 9–13 Februari 2026, IHSG berhasil menguat 3,49% dan ditutup pada level 8.212,27 pada akhir pekan, naik signifikan dari posisi 7.935,26 pada pekan sebelumnya.

Kinerja positif juga tercermin pada kapitalisasi pasar BEI yang mengalami kenaikan sebesar 3,83% menjadi Rp14.889 triliun, dibandingkan Rp14.341 triliun pada pekan sebelumnya.

Lebih lanjut, aktivitas perdagangan di bursa juga mengalami peningkatan. Volume transaksi harian mengalami lonjakan tertinggi, yaitu sebesar 4,73% menjadi 45,24 miliar lembar saham, dari 43,20 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami peningkatan sebesar 0,37% menjadi 2,74 juta kali transaksi, dibandingkan 2,73 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Ringkasan

Pasar saham Indonesia mengalami dinamika menarik dengan masih adanya tekanan jual bersih (net sell) oleh investor asing sebesar Rp1,13 triliun pada periode 9-13 Februari 2026. Meskipun demikian, beberapa saham seperti BMRI dan TLKM justru mencatatkan nilai beli bersih (net buy) asing tertinggi, masing-masing sebesar Rp619,36 miliar dan Rp274,9 miliar.

Selain BMRI dan TLKM, saham UNTR, INCO, dan EMAS juga diminati investor asing. Di tengah kondisi net sell asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menguat 3,49% dan ditutup pada level 8.212,27. Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami kenaikan sebesar 3,83% menjadi Rp14.889 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *