JAKARTA – Shoesmart.co.id – PT Astra International Tbk. (ASII) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dengan nilai maksimum mencapai Rp2 triliun.
Dalam pengumuman resmi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), ASII menyatakan bahwa jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Langkah ini diambil dengan pertimbangan kondisi pasar saham saat ini.
Selain itu, Astra International juga menegaskan bahwa jumlah saham yang beredar bebas (free float) setelah pelaksanaan buyback tidak akan kurang dari 7,5% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Hal ini penting untuk menjaga likuiditas saham ASII di pasar modal.
Manajemen ASII meyakinkan para pemegang saham bahwa pelaksanaan buyback ini tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja operasional maupun pendapatan perusahaan. Dengan kata lain, operasional bisnis Astra International akan tetap berjalan seperti biasa.
“Perseroan saat ini memiliki modal dan arus kas yang memadai untuk membiayai program buyback ini, sekaligus tetap mendukung kelancaran kegiatan usaha Perseroan,” jelas manajemen ASII dalam keterbukaan informasinya. Pernyataan ini memberikan sinyal positif mengenai kondisi keuangan perusahaan yang solid.
Sesuai perkiraan, periode pembelian kembali saham ini akan berlangsung mulai dari 16 Maret 2026 hingga 15 Juni 2026. Rentang waktu ini memberikan fleksibilitas bagi ASII untuk melakukan pembelian secara bertahap.
Pelaksanaan buyback akan dilakukan secara bertahap atau sekaligus, melalui transaksi di BEI. ASII akan menunjuk satu perusahaan sekuritas sebagai mitra untuk melaksanakan pembelian kembali saham tersebut. Pemilihan perusahaan sekuritas ini akan dilakukan dengan cermat agar proses buyback berjalan efisien dan transparan.
Setelah periode buyback berakhir, ASII berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali sebagai saham treasuri. Saham treasuri ini akan dikelola sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selanjutnya, perseroan akan mempertimbangkan pengalihan atas saham hasil pembelian kembali, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, khususnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023. Hal ini menunjukkan komitmen ASII untuk selalu patuh terhadap regulasi pasar modal.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
PT Astra International Tbk. (ASII) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimal Rp2 triliun tanpa memerlukan persetujuan RUPS. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan memastikan free float tetap di atas 7,5% untuk menjaga likuiditas.
Manajemen ASII menyatakan buyback ini tidak akan mengganggu operasional perusahaan, didukung oleh modal dan arus kas yang memadai. Periode buyback diperkirakan berlangsung dari 16 Maret 2026 hingga 15 Juni 2026 melalui transaksi di BEI dengan menunjuk perusahaan sekuritas sebagai mitra. Saham yang dibeli akan disimpan sebagai saham treasuri dan dikelola sesuai peraturan yang berlaku.