KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Masa depan kinerja dan saham PT Astra Graphia Tbk (ASGR) pada tahun 2026 diyakini masih kokoh berkat transformasi bisnis yang berfokus pada layanan IT dan solusi digital bernilai tambah.
Namun, setelah harga saham ASGR mengalami lonjakan signifikan sekitar 76% sepanjang tahun 2025, potensi penguatan selanjutnya diperkirakan akan semakin bergantung pada konsistensi kinerja fundamental perusahaan.
Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, berpendapat bahwa reli saham ASGR pada tahun lalu terutama didorong oleh pergeseran struktur bisnis ASGR menuju segmen IT services dan solusi digital yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi.
“Kenaikan saham ASGR sepanjang tahun 2025 mencerminkan optimisme pasar terhadap transformasi bisnis yang dilakukan. Namun, setelah mengalami reli yang signifikan, potensi kenaikan lebih lanjut akan sangat tergantung pada pertumbuhan laba yang berkelanjutan serta kemampuan perusahaan untuk menjaga ekspansi margin, mengingat valuasi saham saat ini sudah tidak lagi tergolong murah jika dibandingkan dengan catatan historis,” ungkap Abida kepada Kontan, Jumat (30/1/2026).
BEI dan OJK Bakal Ketemu MSCI Secara Daring pada Senin (2/2)
Dari sisi strategi bisnis, ASGR juga aktif mengembangkan solusi percetakan digital dengan nilai di bawah Rp 4 miliar. Meskipun kontribusinya terhadap pendapatan saat ini masih terbatas, langkah ini dinilai penting untuk memperluas basis pelanggan dan memperkuat pendapatan berulang perusahaan.
“Segmen ini lebih berfungsi sebagai strategi untuk memperkuat recurring income dan menjaga relevansi bisnis printing di tengah perubahan kebutuhan korporasi, dibandingkan menjadi mesin utama pertumbuhan topline,” jelas Abida.
Sementara itu, unit bisnis layanan IT yang dijalankan melalui PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan paling berkelanjutan bagi ASGR. Permintaan terhadap layanan cloud, managed services, hingga cybersecurity dinilai akan terus meningkat seiring dengan percepatan digitalisasi di berbagai perusahaan.
“AGIT semakin menjadi tulang punggung pertumbuhan ASGR, terutama karena kebutuhan solusi digital enterprise terus menguat dan menawarkan margin yang lebih menarik dibandingkan lini bisnis tradisional,” imbuhnya.
Dari sisi kinerja, laba bersih ASGR tercatat tumbuh sekitar 20% hingga September 2025. Abida memperkirakan tren pertumbuhan ini masih berpotensi berlanjut pada tahun 2026, meskipun dengan laju yang lebih moderat.
“Pertumbuhan laba mencerminkan perbaikan kualitas pendapatan dan efisiensi operasional, khususnya dari segmen jasa IT. Selama pipeline kontrak terjaga dengan baik dan disiplin biaya konsisten, kinerja ASGR masih berpotensi untuk terus meningkat,” katanya.
BEI Akan Umumkan Nama Pjs Dirut pada Hari Senin (2/2)
Meskipun demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko yang ada, mulai dari ketatnya persaingan di bisnis IT services, potensi perlambatan belanja teknologi korporasi, hingga tren penurunan struktural di bisnis percetakan konvensional.
Dengan valuasi yang telah mencerminkan sebagian perbaikan kinerja, Abida merekomendasikan saham ASGR dengan status beli (buy) dan target harga Rp 2.000 per saham, dengan katalis utama berasal dari pertumbuhan berkelanjutan unit AGIT serta stabilisasi margin jasa digital.
ASGR Chart by TradingView
Ringkasan
Kinerja PT Astra Graphia Tbk (ASGR) diproyeksikan tetap solid hingga 2026, didorong oleh transformasi bisnis ke layanan IT dan solusi digital. Lonjakan saham ASGR di 2025 dipengaruhi oleh pergeseran struktur bisnis yang menghasilkan margin keuntungan lebih tinggi, terutama dari PT Astra Graphia Information Technology (AGIT).
Pertumbuhan laba bersih ASGR hingga September 2025 mencapai 20%. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham ASGR dengan status beli (buy) dan target harga Rp 2.000 per saham, dengan katalis utama berasal dari pertumbuhan AGIT dan stabilisasi margin jasa digital, meskipun investor perlu mencermati risiko persaingan bisnis IT dan potensi perlambatan belanja teknologi.