JAKARTA, Shoesmart.co.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai potensi dampak dari ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS), termasuk kemungkinan penutupan Selat Hormuz.
Sebagai perusahaan yang memiliki aset operasional di Timur Tengah, khususnya di Oman melalui Blok 60 dan Blok 48, Medco Energi terus memantau perkembangan situasi dengan seksama. “Perusahaan terus memantau secara ketat perkembangan di wilayah tersebut,” ungkap Corporate Secretary Medco Energi Internasional, Siendy K. Wisandana, dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada hari Rabu (4/3). Hingga saat ini, Medco Energi menyatakan bahwa belum ada dampak langsung terhadap produksi maupun operasional perusahaan di Oman.
Berkaitan dengan potensi gangguan terhadap jalur distribusi, pengapalan, dan ekspor minyak dan gas (migas akibat penutupan Selat Hormuz, manajemen MEDC menyatakan bahwa mereka terus mengamati perkembangan situasi. Namun, sampai saat ini, kegiatan distribusi MEDC belum mengalami kendala.
Lebih lanjut, MEDC menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan keselamatan personel dan perlindungan aset di sekitar zona konflik. Bersama dengan mitra lokal, perusahaan telah menyusun rencana keberlangsungan usaha dan protokol yang sesuai untuk menghadapi situasi terkini. “Hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap produksi dan operasional perusahaan di Oman,” imbuh Siendy, mengulangi penegasan sebelumnya.
Selain itu, Medco Energi juga memberikan tanggapan terkait pengaruh fluktuasi harga minyak mentah dunia terhadap kinerja perusahaan pada tahun 2026. Berdasarkan panduan sensitivitas EBITDA, setiap perubahan harga minyak sebesar US$ 10 per barel selama satu tahun penuh diperkirakan akan mempengaruhi EBITDA tahun 2026 sekitar kurang lebih US$ 140 juta.
“Perusahaan juga tetap mempertahankan panduan untuk menjaga biaya minyak dan gas di bawah US$ 10 per barrel of equivalent (BOE),” pungkas Siendy, menandaskan komitmen perusahaan terhadap efisiensi operasional.
Bukit Uluwatu Villa (BUVA) Setor Modal ke Anak Usaha Rp 2,25 Miliar
Rupiah Spot Menguat Tipis 0,02% ke Rp 16.896 per Dolar AS pada Kamis (5/3) Siang
Ringkasan
Medco Energi (MEDC) terus memantau perkembangan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat, mengingat aset operasional perusahaan di Oman melalui Blok 60 dan 48. Hingga saat ini, perusahaan belum merasakan dampak langsung terhadap produksi dan operasional di Oman, termasuk potensi gangguan distribusi akibat isu penutupan Selat Hormuz.
MEDC memprioritaskan keselamatan personel dan perlindungan aset, serta telah menyusun rencana keberlangsungan usaha dan protokol yang sesuai. Perusahaan memperkirakan fluktuasi harga minyak sebesar US$ 10 per barel akan mempengaruhi EBITDA tahun 2026 sekitar kurang lebih US$ 140 juta dan berkomitmen menjaga biaya minyak dan gas di bawah US$ 10 per BOE.