Arthur Hayes: Bitcoin? Saya Tidak Mau Bertaruh Duit Sekarang!

Arthur Hayes, pendiri bursa kripto BitMEX yang sebelumnya memprediksi harga Bitcoin akan meroket hingga US$250.000 pada tahun ini, kini memilih sikap “tunggu dan lihat”. Ia lebih memilih menahan diri daripada berinvestasi pada Bitcoin saat ini.

Alasannya? Hayes berencana untuk baru terjun kembali ke pasar kripto ketika bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, mulai melonggarkan kebijakan moneternya. Ia meyakini, kebijakan moneter yang lebih longgar akan menjadi katalis positif bagi Bitcoin.

“Jika saya punya satu dolar untuk diinvestasikan sekarang, apakah saya akan membelanjakannya untuk Bitcoin? Tidak,” tegas Hayes dalam podcast Coin Stories, seperti dilansir dari Cointelegraph, Rabu (11/3/2026). “Saya akan menunggu.”

IHSG Menguat ke 7.508,6 di Pagi Ini (11/3), Top Gainers LQ45: BRPT, EXCL, ADMR

Lebih lanjut, Hayes menekankan bahwa semakin lama konflik geopolitik berlangsung, semakin besar kemungkinan The Fed akan mencetak uang untuk mendukung operasi militer AS. Inilah momen yang ia tunggu-tunggu.

“Saat itulah saya akan membeli Bitcoin, ketika bank sentral mulai mencetak uang,” jelasnya.

Menurut Hayes, anggapan bahwa “perang bagus untuk Bitcoin” kurang tepat. Pandangan yang lebih akurat adalah “pencetakan uang bagus untuk Bitcoin”. Kebijakan moneter yang ekspansif, menurutnya, akan lebih berdampak positif bagi aset kripto ini.

Namun, Hayes juga mengakui ketidakpastiannya mengenai apakah Bitcoin telah mencapai titik terendahnya. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$69.926, mengalami penurunan sekitar 45% dari rekor tertinggi Oktober lalu yang mencapai US$126.000.

Hayes memperingatkan bahwa ketegangan geopolitik yang berkelanjutan dapat semakin menekan harga Bitcoin.

“Dengan perang yang tidak menguntungkan antara AS dan Iran, saya pikir semakin lama ini berlangsung, bisa terjadi aksi jual besar-besaran di pasar saham dan Bitcoin,” ungkapnya.

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.851 Per Dolar AS Hari Ini (11/3), Asia Bervariasi

Prediksi US$250.000 Bitcoin untuk 2026

Hayes memperkirakan bahwa konflik yang berkepanjangan dapat menyeret harga Bitcoin turun di bawah level US$60.000. Penurunan ini, menurutnya, berpotensi memicu “efek likuidasi berantai yang besar” di pasar kripto.

Sebagai informasi, Bitcoin sempat menyentuh level US$60.000 pada tanggal 6 Februari sebelum kembali bergerak naik secara bertahap.

Kendati demikian, Hayes tetap optimis dengan prediksi jangka panjangnya. Ia masih meyakini bahwa Bitcoin berpotensi mencapai US$250.000 pada akhir tahun 2026.

Sementara itu, analis lain memiliki pandangan yang lebih optimistis untuk jangka pendek. Michaël van de Poppe, misalnya, melihat adanya peluang bagi Bitcoin untuk mendapatkan keuntungan dari “lonjakan kuat” di indeks Nasdaq.

Bursa Asia Mayoritas Menguat di Pagi Ini (11/3), Indeks Kospi Melonjak 3,22%

“Tidak banyak alasan tersisa untuk ketidakpastian, dan berdasarkan prinsip itu, saya percaya kita akan melihat lebih banyak kenaikan di Bitcoin dan Altcoin dalam periode mendatang,” kata van de Poppe.

Menutup pernyataannya, Hayes menambahkan bahwa ia tidak memperkirakan akan ada banyak tahun lagi di mana harga Bitcoin masih berada “di bawah US$100.000.”

Ringkasan

Arthur Hayes, pendiri BitMEX, memilih sikap hati-hati terhadap Bitcoin meskipun sebelumnya memprediksi harga akan mencapai US$250.000 pada 2026. Ia akan menahan diri untuk berinvestasi sampai The Fed melonggarkan kebijakan moneter, yang menurutnya akan menjadi katalis positif. Hayes juga meyakini bahwa pencetakan uang oleh bank sentral akibat konflik geopolitik akan lebih berdampak positif daripada anggapan bahwa “perang bagus untuk Bitcoin”.

Hayes memperingatkan bahwa ketegangan geopolitik yang berkelanjutan dapat menekan harga Bitcoin, bahkan berpotensi turun di bawah US$60.000 dan memicu likuidasi berantai. Meskipun demikian, ia tetap optimis dengan prediksi jangka panjangnya, masih meyakini Bitcoin berpotensi mencapai US$250.000 pada akhir 2026 dan tidak memperkirakan harga akan lama berada di bawah US$100.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *