ARKO: Proyek Baru Menggila! Rekomendasi Saham Terbaru untukmu

Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) memiliki prospek cerah untuk melanjutkan tren positif kinerja keuangannya hingga tahun 2026. Optimisme ini didorong oleh agresivitas emiten dalam melakukan ekspansi pembangunan pembangkit energi terbarukan.

Sebagai informasi, ARKO berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 343,3 miliar sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 43,7% *year on year* (yoy) dibandingkan dengan tahun 2024.

Pencapaian gemilang ini sejalan dengan peningkatan beban pokok pendapatan sebesar 40,6% yoy menjadi Rp 253,6 miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh proses finalisasi pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kukusan 2 yang berlokasi di Tanggamus, Lampung.

Dari sisi operasional, ARKO mencatatkan produksi listrik sebesar 151,8 megawatt hour (MWh) pada tahun 2025. Angka ini tumbuh pesat sebesar 56,1% yoy berkat dukungan pengoperasian Proyek Yaentu dan curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

GOTO Pangkas Rugi Bersih hingga 77% di Sepanjang 2025

Kinerja operasional yang solid ini berdampak positif pada laba bersih ARKO, yang melesat 52,9% yoy menjadi Rp 63,9 miliar pada tahun 2025. Margin laba bersih perusahaan pun mengalami peningkatan menjadi 18,6% pada periode yang sama.

Presiden Direktur ARKO, Aldo Artoko, mengungkapkan bahwa Proyek PLTA Kukusan 2, yang baru beroperasi pada Februari 2026, akan memberikan kontribusi positif terhadap arus kas ARKO mulai tahun ini. PLN akan menjadi pembeli tunggal dari PLTA berkapasitas 5,4 megawatt (MW) ini.

Selain PLTA Kukusan 2, ARKO juga tengah mempercepat pembangunan Proyek PLTA Tomoni dengan kapasitas 10 MW yang berlokasi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Pada tahun 2024, progres konstruksi Proyek Tomoni baru mencapai 15,5%, namun pada tahun 2025 telah meningkat signifikan menjadi 58,8%, dengan target penyelesaian proyek pada akhir tahun 2026.

Tidak hanya itu, pada September 2025 lalu, ARKO juga berhasil memperoleh Perjanjian Jual Beli Listrik atau *Power Purchase Agreement* (PPA) untuk Proyek PLTA Pongbembe berkapasitas 20 MW dari PLN. PPA ini berlaku selama 30 tahun sejak proyek mulai beroperasi dan diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2030. Proses pembangunan PLTA Pongbembe sendiri telah dimulai pada akhir tahun 2025.

“Dengan semakin banyaknya proyek pembangkit yang diselesaikan, kami yakin akan mampu terus menjaga komitmen untuk menerangi Indonesia berbasiskan energi bersih serta menjalankan bisnis secara berkelanjutan,” ujar Aldo dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (11/3/2026).

Rekomendasi Saham

Secara terpisah, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menyatakan bahwa peluang peningkatan kinerja pendapatan dan laba bersih ARKO dalam jangka menengah cukup terbuka lebar.

Menurut Wafi, pada tahun 2026, ARKO akan sangat diuntungkan oleh rampungnya proyek PLTA Kukusan 2, yang akan langsung memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan. Selain itu, proyek PLTA Tomoni yang selesai pada akhir tahun 2026 diprediksi akan menjadi mesin pendorong kinerja ARKO pada tahun 2027 mendatang.

Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Putuskan Tebar Dividen, Segini Besarannya

ARKO juga diperkirakan akan terus melakukan ekspansi agresif dalam membangun PLTA baru, sejalan dengan tren transisi energi nasional yang semakin menguat.

“Risiko utama bagi ARKO antara lain adalah kenaikan *capital expenditure* (capex), keterlambatan jadwal konstruksi akibat faktor cuaca atau isu lahan, serta fluktuasi debit air yang menjadi penggerak turbin,” jelas Wafi, Rabu (11/3/2026).

Oleh karena itu, ARKO harus mampu memastikan penyelesaian proyek-proyek energi baru terbarukan (EBT) secara tepat waktu dan mengoptimalkan efisiensi pembangkit yang telah beroperasi. Emiten ini juga perlu secara aktif mengamankan pendanaan hijau (*green financing*) dengan tingkat bunga yang kompetitif untuk mendukung langkah ekspansi berikutnya.

Wafi merekomendasikan untuk membeli saham ARKO dengan target harga di level Rp 7.200 per saham.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, merekomendasikan *speculative buy* saham ARKO dengan area *support* di level Rp 5.650 per saham dan *resistance* di level Rp 7.000 per saham, serta target harga di level Rp 7.150-Rp 7.400 per saham.

ARKO Chart by TradingView

Ringkasan

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) diproyeksikan melanjutkan tren positif kinerja keuangannya hingga 2026, didorong oleh ekspansi pembangunan pembangkit energi terbarukan. Pada tahun 2025, ARKO mencatatkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 43,7% yoy menjadi Rp 343,3 miliar dan laba bersih melesat 52,9% yoy menjadi Rp 63,9 miliar. Hal ini didukung oleh peningkatan produksi listrik sebesar 56,1% yoy menjadi 151,8 MWh.

Proyek PLTA Kukusan 2 yang mulai beroperasi Februari 2026 akan memberikan kontribusi positif terhadap arus kas perusahaan. Selain itu, ARKO juga tengah mempercepat pembangunan Proyek PLTA Tomoni yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026, serta telah memperoleh PPA untuk Proyek PLTA Pongbembe. Analis merekomendasikan untuk membeli saham ARKO dengan target harga di level Rp 7.150 hingga Rp 7.400 per saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *