Jakarta, IDN Times – Thomas Djiwandono, yang baru saja terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Langkah ini, menurutnya, krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Sinergi yang dimaksud adalah koordinasi yang lebih intensif antara kebijakan anggaran pemerintah dan kebijakan moneter yang dijalankan oleh bank sentral. Thomas menekankan bahwa pendekatan ini berbeda secara fundamental dengan skema burden sharing yang diterapkan sebagai respons terhadap pandemi COVID-19.
“Saya ingin menggarisbawahi pentingnya sinergi fiskal dan moneter, terutama dalam pengelolaan likuiditas dan suku bunga. Ini berbeda jauh dengan kebijakan yang kita ambil saat pandemi,” ujar Thomas setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Senin (26/1/2026).
1. Kolaborasi Erat BI dan Pemerintah untuk Pertumbuhan Ekonomi

Thomas menilai bahwa stabilitas ekonomi nasional saat ini membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih solid antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Tujuannya jelas: mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih ambisius.
Dalam iklim ekonomi yang kondusif, kebijakan yang diambil tidak lagi bersifat reaktif atau darurat. Sebaliknya, fokus utama adalah mendorong ekspansi ekonomi secara berkelanjutan. Thomas berpendapat bahwa sinergi ini sangat relevan mengingat kebijakan fiskal dan moneter selama ini telah berjalan seiring sejalan.
“Sinergi fiskal dan moneter memegang peranan vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di masa mendatang. Kondisi ekonomi yang baik memungkinkan hal ini, dan kebijakan moneter serta fiskal memang telah bekerja sama secara harmonis selama ini,” katanya.
2. Burden Sharing: Kebijakan Khusus di Masa Pandemi

Thomas dengan tegas menyatakan bahwa konsep burden sharing adalah kebijakan luar biasa yang hanya relevan dalam konteks krisis, khususnya saat pandemi. Kebijakan tersebut diterapkan untuk meringankan beban pembiayaan negara di tengah tekanan ekonomi yang sangat berat.
“Burden sharing adalah respons terhadap kondisi pandemi. Esensinya adalah pembagian beban biaya. Sedangkan yang saya sampaikan saat ini adalah sinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Konteksnya sangat berbeda, dan burden sharing adalah konsep yang sudah menjadi bagian dari sejarah,” jelasnya.
3. Fleksibilitas BI dalam Pembelian SBN di Pasar Sekunder

Mengenai peran BI di pasar keuangan, Thomas menjelaskan bahwa pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder akan tetap dilakukan secara fleksibel, menyesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan pasar. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan tanpa mengganggu independensi bank sentral.
4. Lepas Jabatan di Gerindra Demi Profesionalisme

Thomas juga memberikan klarifikasi terkait latar belakang politiknya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mengundurkan diri dari jabatan Bendahara Umum Partai Gerindra sejak Maret 2025 dan secara resmi keluar dari keanggotaan partai pada 31 Desember 2025. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmennya untuk menjaga profesionalisme.
Menanggapi kekhawatiran publik mengenai independensinya, Thomas menegaskan bahwa Undang-Undang Bank Indonesia memberikan landasan yang kuat bagi independensi institusi dan para pejabatnya.
Ia meyakinkan publik bahwa sebagai Deputi Gubernur BI, dirinya akan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan stabilitas dan perekonomian nasional. Seluruh proses pengangkatannya pun telah berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Misbakhun: Rupiah Menguat
Profil Thomas Djiwandono: Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Komisi XI DPR Tepis Isu Thomas Dipilih karena Faktor Keponakan Prabowo
Tok! Thomas Djiwandono Resmi Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
Ringkasan
Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur BI yang baru, menekankan pentingnya sinergi fiskal dan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sinergi ini berbeda dengan burden sharing yang merupakan kebijakan khusus saat pandemi COVID-19. Tujuan utama adalah kolaborasi erat antara BI dan pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
BI akan tetap fleksibel dalam pembelian SBN di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Thomas juga menegaskan independensinya dengan mengundurkan diri dari partai politik sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, memastikan profesionalisme dalam menjalankan tugas.