JAKARTA, Shoesmart.co.id – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perolehan fasilitas pinjaman senilai Rp 4,84 triliun. Pinjaman jumbo ini diperoleh dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada tanggal 19 Desember 2025 dalam bentuk term loan.
Dana segar ini akan dimanfaatkan oleh empat anak perusahaan ANJT. Rinciannya, PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) mendapatkan alokasi limit sebesar Rp 1,63 triliun. Selanjutnya, PT Kayung Agro Lestari (KALE) memperoleh limit Rp 1,39 triliun.
Dua anak perusahaan lainnya, yaitu PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA), mendapatkan limit pinjaman sebesar Rp 760 miliar, dan PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS) menerima Rp 1,06 triliun.
BEI meminta penjelasan lebih lanjut mengenai fasilitas pinjaman ini karena nilai transaksi material tersebut melampaui 70,76% dari total ekuitas perseroan. Hal ini mendorong ANJT untuk memberikan keterangan resmi.
Hilman Lukito, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan ANJT, menjelaskan bahwa fasilitas term loan dari BRI ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk menata dan memperbaiki struktur pendanaan secara menyeluruh.
“Pinjaman ini akan digunakan untuk pembayaran kembali utang jangka pendek (refinancing), serta untuk mendukung kebutuhan pendanaan dan pengembangan usaha masing-masing anak perusahaan di masa depan,” jelas Hilman dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada 23 Januari 2026.
Sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman tersebut, ANJT menjaminkan sejumlah aset, termasuk tanaman, tanah, bangunan, serta fasilitas pabrik kelapa sawit yang dimiliki oleh masing-masing anak perusahaan.
Lebih lanjut, Hilman menegaskan bahwa perseroan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko, termasuk memastikan kemampuan anak perusahaan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Dengan adanya pinjaman ini, rasio keuangan perseroan, seperti Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio, memang mengalami peningkatan, namun tetap berada dalam batas yang wajar,” pungkasnya. Dengan demikian, ANJT meyakinkan investor bahwa langkah ini diambil secara terukur dan mempertimbangkan kemampuan finansial perusahaan.
Ringkasan
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mengklarifikasi kepada BEI mengenai pinjaman Rp4,84 triliun dari BRI yang diterima pada 19 Desember 2025. Pinjaman ini dialokasikan untuk empat anak perusahaan, yaitu PT SMM, PT KALE, PT ANJA, dan PT ANJAS, dengan limit yang berbeda-beda.
Menurut Direktur ANJT, Hilman Lukito, pinjaman ini digunakan untuk refinancing utang jangka pendek dan mendukung pengembangan usaha anak perusahaan. Aset anak perusahaan menjadi jaminan pinjaman. Meskipun rasio keuangan meningkat, ANJT memastikan pengelolaan risiko dilakukan secara hati-hati dan kemampuan finansial perusahaan tetap terjaga.